News Room, Selasa ( 17/07 ) Aksi damai yang digelar sekitar 3.000-an alumni Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nuqayah, di depan Kantor DPRD Sumenep, Selasa (17/07) siang, berubah anarkis. Para alumni santri ini, mengamuk dan melempari kantor dewan dengan batu. Bahkan, pintu masuk pagar kantor tersebut ringsek. Akibatnya, sebagian kaca pecah, dan umbul-umbul serta lampu hias dirusak. Tindakan anarkis massa itu, dipicu ketika Wakapolres Sumenep, Kompol Moh. Fadhil, diambil paksa oleh anggota Brimob Polda Jawa Timur, yang berada di Pamekasan, saat membantu mengamankan jalannya aksi. Pengambilan paksa tersebut, dikarenakan Wakapolres hendak dibawa ke lokasi Ponpes An-Nuqayah, di Kecamatan Guluk-guluk, oleh massa. Pendemo gusar, karena Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, tidak kunjung datang dari perjalanan Polda Jatim. Emosi ribuan pendemo makin tak terkendali. Aksi saling lempar batu dengan aparat kepolisian pun berlangsung, hingga pot bunga dan penyangga lampu disepanjang Jalan Trunojoyo, tepatnya didepan kantor dewan hancur. Karena situasi makin tak terkendali, polisi langsung melepaskan tembakan gas air mata kepada massa, sehingga pendemo dipukul mundur. Tak berlangsung lama, akhirnya Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, bersama Kepala Biro Operasional Polda Jatim, Kombes Pol Abd. Gafour, datang dan menemui ribuan alumni Ponpes Annuqayah. Dihadapan para pendemo, kapolres meminta maaf atas keterlambatan ini. “Saya memang berada di Polda Jatim, menghadiri acara disana. Dan, terkait penolakan ijazah MA 2 An-Nuqayah itu, secara pribadi saya minta maaf. Menyangkut persoalan yang lain, akan kami bicarakan dengan pimpinan pengasuh Ponpes An-Nuqayah,”kata Kapolres Sumenep, AKBP Dirin. Usai Kapolres minta maaf, ribuan massa langsung membubarkan diri dengan tertib. Sementara, Kepala Biro Operasional Polda Jatim, Kombes Pol Abd. Gafour, menjelaskan, untuk penolakan ijazah MA 2 Annuqayah, saat pendaftaran Bintara Polri, pihaknya akan melakukan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. “Kami akan koordinasi dulu dengan instansi yang lebih berwenang dibagin Dinas Pendidikan Pemprop Jatim,”terangnya. Sebelum menggelar aksi anarkis di Kantor DPRD Sumenep, ribuan massa melakukan Istighosah di depan polres. Mereka menuntut Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, agar minta maaf atas penolakan ijazah MA 2 An-Nuqayah, saat pendaftaran Bintara Polri tahun 2012, milik Moh. Azhari. ( Nita, Esha )