Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-12-2012
  • 462 Kali

Anggaran Ujian Nasional 2013 Sebesar Rp. 600 Milyar

News Room, Senin ( 10/12 ) Satu per satu anggaran pendidikan kategori mendesak disahkan DPR. Yang paling awal adalah biaya Ujian Nasional (Unas) 2013. Anggaran untuk Ujian Nasional itu disahkan sebesar Rp. 600 Milyar, naik Rp. 100 milyar jika dibandingkan dengan tahun ini. Dengan disepakatinya anggaran untuk Unas 2013 itu, ada peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan anggaran Unas tahun ini. Untuk Unas tahun ini, Kemendikbud mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 500 juta. DPR berharap, pemerintah mengelola anggaran Unas dengan baik. Kabar sudah disahkannya anggaran Unas 2013 itu disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Chairil Anwar Notodiputro. Pejabat asal Pulau Madura itu mengatakan, meski sudah disetujui DPR, dia belum bisa memastikan apakah anggaran untuk Unas tersebut bisa dicairkan Januari tahun depan. “Memang dari paparan Pak Menteri (M. Nuh), anggaran Unas itu kategori mendesak, sehingga diupayakan bisa dicairkan sejak awal tahun atau Januari,”paparnya kemarin (09/12). Chairil menuturkan, persiapan menyelenggarakan Unas 2013 mulai digulirkan tahun ini. Diantaranya, menyiapkan 20 variasi soal ujian per-kelas. Persiapan itu mereka lakukan jika Kemendikbud secara resmi mengumumkan pelaksanaan teknis Unas 2013. Sebelumnya memang menguat wacana untuk memperbayak variasi soal disetiap ruang ujian. Wacana itu lantas mengarah kepada pembuatan 20 variasi soal di setiap ruang ujian. Dengan peserta ujian 20 siswa per-ruang, peluang menyontek bakal tertutup. Selain memperbanyak variasi soal, Kemendikbud bakal mengutak-atik komposisi atau jumlah pengawas ujian. Mulai pengawas tingkat persiapan naskah ujian, pencetakan atau penggandaan, hingga pengawas di setiap ruang. Terkait komposisi pengawas, Chairil mengatakan bahwa pembahasannya berlangsung hingga kini. Mengenai peningkatan anggaran pelaksanaan Unas tahun ini, Chairil belum bisa menjelaskan. Namun, diduga peningkatan anggaran itu terjadi karena jumlah variasi soal meningkat. Otomatis beban persiapan hingga penggandaan naskah akan meningkat jika dibandingkan dengan tahun ini. Selain itu disepakatinya anggaran Unas 2013 berarti menghapus teka-teki apakah Kemendikbud akan melanjutkan program tersebut untuk tahun depan. Kementerian yang dipimpin M. Nuh itu memandang rakyat tidak menolak pelaskanaan Unas. Sebab, DPR adalah representasi masyarakat. Sebagaimana diketahui, gelombang penolakan terhadap ujian penentu kelulusan tersebut terus bermunculan. Diantaranya, pernah dilontarkan oleh sejumlah guru besar atau profesor yang bergabung dalam Koalisi Damai Reformasi Pendidikan (KDRP). Versi mereka, Unas justru mengakibatkan anak-anak lulusan SMA tidak bisa bersaing di skala internasional. ( JP, Ingun, Esha )