Sumenep-Kominfo News Room : Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyatakan bahwa angka kemiskinan di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 37,1 juta jiwa 220.000.000 penduduk. Hal itu terjadi akibat ada yang salah dalam pengelolaan manajemen negara, sehingga perlu pembenahan dan menjaga stabilitas lebih baik, kata Mensos dalam kunjungan dan silaturahmi pada tasyakuran masjid Jami` An-Nuqayah serta peletakan batu pertama pembangunan Asrama Puteri Pondok Pesantren An-Nuqayah Lubangsa Raya Guluk-guluk, Kamis (30/08). Menurut Mensos, konsekuensi negara yang masih tinggi angka kemiskinannya, derajatnya akan turun dimata dunia. Harga diri bangsa jadi rendah. Oleh karenanya, perlu upaya nyata dalam mengentas kemiskinan oleh pemimpin negara maupun masyarakat. "Harga diri bangsa tergantung pada stabilitas dengan meningkatkan semangat kerja. Jika Kehidupan rakyat makmur maka derajat kita akan terangkat," katanya menegaskan. Semua pihak, termasuk ulama, perlu mewujudkan semangat kerja yang ditopang dengan keimanan. Ia mencontohkan, warga suatu negara bisa makmur dan hidupnya tenang, karena stabilitas terjaga. Sementara di Indonesia, tiada hari tanpa demontrasi, sebagi konsekuensi dari negara demokratis. Dalam kunjungannya di Pulau Garam ini, Mensos didampingi staf khususnya, Imam Suharjo dan Sekretaris Direktur Pemberdayaan, Totok Utomo serta sejumlah pejabat Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur. Tampak hadir juga Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM serta Alim Ulama dan Tokoh masyarakat setempat, serta para santriwan-santriwati Kunjungan Menteri Sosial ke Pondok Pesantren Guluk-guluk Sumenep itu menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp. 75.000.000,00. ( JuP-23, Esha )