Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-06-2014
  • 462 Kali

Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Gelar Operasi Pasar

News Room, Jumat ( 27/06 ) Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembako selama bulan Ramadhan, Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar operasi pasar. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Saiful Bahri, M.Si menjelaskan, operasi pasar tersebut digelar selama 30 hari, mulai Senin (30/06) besok. Komoditi yang akan dijual dalam operasi pasar tersebut, yakni beras kualitas premium, gula, minyak goreng, dan tepung terigu dalam kemasan. "Komoditi yang ada di operasi pasar adalah jenis sembilan bahan pokok (sembako), yang dibutuhkan oleh masyarakat dibawah," katanya. Menurutnya, harga yang ditetapkan untuk beras Rp. 7.500,00 per-kilogram, gula Rp. 8.500,00, minyak goreng Rp. 9.700,00, dan tepung terigu Rp. 6.800,00. "Harga tersebut lebih murah dari harga pasar, karena mendapat subsidi biaya transport dari Pemerintah, sehingga harganya harga pokok dari pabrik,"ujarnya. H. Saiful memaparkan, untuk beras dan tepung terigu, per-hari disediakan 655 kilogram. Untuk Gula dan minyak goreng, per-hari digelontor 355 kilogram. "Operasi pasar ini dilaksanakan di 2 pasar, yakni Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal. Tapi, kalau dua pasar ini sudah jenuh, maka akan kami geser ke pasar lain, seperti Bluto, Pragaan, dan pasar-pasar lain,"ungkapnya. Ia menambahkan, operasi pasar tersebut terbuka untuk siapa saja, namun pembelian per-orang dibatasi 2 kilogram atau 2 kemasan setiap hari. "Maksudnya supaya merata. Jangan sampai kemudian pemilik-pemilik toko yang memborong untuk dijual lagi. Operasi pasar ini kan sasarannya masyarakat, untuk menekan terjadinya lonjakan harga di bulan Ramadhan, terutama menjelang Lebaran nanti,"tukasnya. ( Nita, Esha )