News Room, Kamis ( 26/02 ) Setelah sebelumnya, ribuan guru honor dan swasta, mulai dari guru TK hingga SMA di Sumenep diajukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep ke pusat, untuk diperjuangkan nasibnya dan masuk database ke pusat. Ternyata banyak dimanfaatkan oleh oknum dengan iming-iming akan diangkat, asalkan membayar uang hingga puluhan juta rupiah. Upaya oknum tersebut dilakukan dibeberapa tempat kepada para guru yang selama ini sudah mengajukan database ke pengurus PGRI Sumenep. Bahkan oknum tersebut membawa formulir baru untuk diisi, seperti formulir asli dari PGRI Sumenep. Dikonfirmasi perihal tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, Joko Soengkono mengakui adanya informasi yang berkembang dibawah, tentang adanya oknum yang mencoba menjadi calo PNS bagi guru yang belum diangkat. “Kami memang menerima informasi itu, namun sayangnya para guru yang mengaku pernah didatangi tidak sempat mengetahui identias oknum, karena ketika konfirmasi ke pengurus PGRI Sumenep, oknum tersebut keburu kabur,â€Âujar Joko Soengkono berapi-api. Bahkan tegas Soengkono, oknum tersebut meminta sekitar Rp. 5 juta hingga Rp. 10 juta kepada calon korban. Karena itu, pihaknya akan terus melacak siapa oknum yang telah mencoba mencemarkan nama baik PGRI Sumenep itu. Bahkan, pihaknya akan melaporkan perihal yang meresahkan masyarakat kepihak penegak hukum. Sebab, perbuatan oknum itu telah mencoreng perjuangan PGRI yang selama ini tidak pernah meminta sepersenpun uang dari calon guru yang diajukan ke pusat. Sebab, apa yang dilakukan pihaknya tersebut tegas Joko, merupakan bentuk kepedulian secara suka rela. Jadi, tidak ada pungutan biaya sepeser pun. Bahkan, diakuinya, pengurus PGRI Sumenep masih mencari dana talangan untuk biaya pengiriman dan sebagainya, sehingga jika ada oknum yang malah merusak citra PGRI, pihaknya tidak akan segan-segan melaporkan secara hukum. ( Ren, Esha )