News Room, Jum’at ( 02/04 ) Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardinas) tanggal 2 Mei tahun ini, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madura menggelar aksi damai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Dalam aksinya mereka menyerukan 3 hal penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Koordinator Lapangan (Korlap), Syafi’i Ardi mengatakan, yang perlu menjadi perahtian pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, diantaranya tentang pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) dengan standart nilai pelulusan yang mencapai 5,25, pihaknya menilai Ujian Nasional itu hanya sebuah gerakan latah, sebab realitasnya dengan nilai standart pelulusan tersebut terasa sangat memberatkan siswa. Selain itu, kurikulum pendidikan yang sering berubah-rubah dan otonomi pendidikan yang sering membingungkan pelaku penididikan. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si ketika menemui pengunjuk rasa menyatakan, pelaksanaan Ujian Nasional sejatinya merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mengendalikan pendidikan tingkat nasional. Karena itu, pemerintah pusat menetapkan nilai standart pelulusan secara nasional, untuk mengetahui mutu pendidikan di daerah. H. Moh. Rais mengungkapkan, kurikulum hal yang mendasar dalam pendidikan yang menyangkut tentang isi materi pendidikan, sehingga perubahan kurikulum merupakan hal yang wajar dalam rangka meningkatkan kualitas SDM. Namun yang jelas, Dinas Pendidikan berharap kerjasama dengan BEM untuk membangun dan meningkatkan mutu pendidikan Kabupaten Sumenep dengan ide dan pemikiran yang cemerlang. ( Yasik, Esha )