Media Center, Jumat (17/07) Program Bakti TNI AD untuk
Rakyat Madura terus bergerak di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep. Kali ini,
pembangunan jembatan di Dusun Galuguran, Desa Lebeng Barat, Kecamatan
Pasongsongan, memasuki tahap penting dengan dimulainya penggalian pondasi, Jumat
(17/07/2026).
Sejak pagi, anggota Koramil 0827/11 Pasongsongan bersama
warga bahu-membahu mengerjakan galian pondasi yang akan menjadi penopang utama
konstruksi jembatan. Suasana gotong royong tampak mewarnai proses pengerjaan di
lokasi.
Pondasi pada sisi selatan dan utara dikerjakan dengan ukuran
masing-masing 3 meter x 2 meter. Kedalaman galian mencapai 1,5 meter hingga
menembus lapisan tanah keras sebagai dasar konstruksi. Sementara itu, lubang
paku bumi juga telah disiapkan sebagai bagian dari penguatan pondasi.
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, material berupa satu
dump truk batu gunung, satu dump truk batu koral, dan satu dump truk pasir
hitam telah tersedia di lokasi.
Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan Sertu Dadang Sulistyo
mengatakan, pekerjaan pondasi menjadi tahapan krusial sebelum konstruksi
jembatan mulai berdiri.
"Pondasi harus benar-benar kuat karena menjadi
penyangga seluruh konstruksi. Setelah tanah keras ditemukan, pekerjaan bisa
dilanjutkan ke tahap berikutnya sesuai rencana," ujarnya.
Menurut Dadang, keterlibatan masyarakat menunjukkan
tingginya kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur yang selama ini
dinantikan.
"Kami melihat antusiasme warga sangat tinggi. Ini bukan
hanya pekerjaan TNI, tetapi kerja bersama agar masyarakat segera memiliki akses
yang lebih aman dan layak," katanya.
Warga setempat, Firman, berharap pembangunan berjalan tanpa
kendala hingga selesai.
"Selama ini kami menunggu jembatan yang lebih kokoh.
Kalau sudah selesai, aktivitas warga, termasuk membawa hasil pertanian, akan
jauh lebih mudah dan tidak lagi khawatir saat musim hujan," ungkapnya.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program
Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura yang digelar Kodim 0827/Sumenep guna
memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan keselamatan dan
kesejahteraan masyarakat pedesaan.
(Dim, Han)