News Room, Kamis ( 31/05 ) Keberadaan Bandara Trunojoyo Sumenep kian mendapat tempat dihati sekolah penerbang. Terbukti, sejak Agustus 2012, Bandara ini akan dijadikan pusat sekolah penerbang. Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si menjelaskan, sesuai hasil penandatangan kesepahaman atau MoU, bahwa seluruh sekolah penerbang, baik yang di Jakarta maupun Juanda, Surabaya, mulai Agustus nanti akan digeser ke Bandara Trunojoyo, Sumenep. “MoU sudah ditanda tangani oleh Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si. Jadi, siswa penerbang tidak hanya melakukan praktek saja di Sumenep, tapi mereka akan tinggal disini karena fasilitas asrama juga dipindah ke wilayah Bumi Sumekar ini,”katanya. Wakil Bupati mengungkapkan, dengan peralihan sekolah dan praktek penerbang itu, maka 2 pesawat akan standby di Bandara Trunojoyo. Siswa penerbang diperkirakan mencapai antara 30 hingga 40 orang. “Para siswa penerbang itu, akan diasramakan di Sanggar Kegiatan Bersama (SKB), Kecamatan Batuan. Mereka akan sekolah secara teori dan praktek di Kabupaten Sumenep, hingga lulus,”terangnya. Dengan adanya sekolah penerbang di Sumenep, kata Wabup, secara otomatis bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Asrama berikut Bandara kan sistemnya sewa, makanya keberadaan sekolah penerbang di Sumenep ini, berpengaruh positif terhadap PAD,”ungkapnya. Wakil Bupati berharap sekolah penerbang tersebut, akan menjadi langkah awal menuju bandara komersial. “Kami terus berupaya Bandara Trunojoyo dikomersilkan. Makanya, dengan sekolah penerbang itu, selain digunakan sebagai tempat latihan nantinya mereka juga akan mensurvey layak tidaknya Bandara ini dikomersilkan,”pungkas Wabup Sumenep. ( Nita, Esha )