Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-09-2007
  • 469 Kali

Bangun Bangsa Dengan Ekonomi Kreatif

Sumenep-Kominfo News Room : Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam kuliah umumnya di Gedung Serbaguna Universitas Airlangga (Unair) Kampus C Surabaya, Selasa (4/09) kemarin mengatakan, ekonomi kreatif merupakan ekonomi yang berbasis budaya, lingkungan dan warisan. Untuk itu Indonesia mempunyai kesempatan membangun ekonomi tersebut. ”Ekonomi kreatif adalah perpaduan dari seni dan tekad teknologi, hal ini sangat kaya jika dikembangkan di negeri kita. Oleh karena itu saya menyerukan, mari kita bangun ekonomi kreatif,” tuturnya. Dikatakannya, kreatifitas sangatlah penting, oleh karena itu misi perguruan tinggi yang ada saat ini adalah bagaimana mendorong mahasiswa menjadi manusia yang kreatif dan inovatif. ”Jika memberi kuliah kepada mahasiswa, jangan menggunakan metode yang asal menerima saja,” katanya. Menurutnya, pilar utama daya saing dari sebuah bangsa adalah human capital atau Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif, hal ini karena kemajuan dari suatu bangsa bisa dilihat dari kemajuan SDM-nya. Pada kuliah umum yang berjudul Transformasi Indonesia Dalam Era Globalisasi, Presiden menekankan tiga hal yang bisa mengatasi permasalahan bangsa, yakni kebijakan yang tepat, kesadaran manusia secara kultur, serta teknologi dan inovasi. Dia mengungkapkan, guna mendorong hal tersebut, visi Indonesia 10 tahun kedepan akan difokuskan pada bagaimana menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan menerapkan sistem ekonomi kreatif, serta membentuk pemerintahan yang bagus. Pada bagian akhir, dia ingin mengajak semua pakar penelitian, serta elemen bangsa agar tetap optimis akan kemajuan bangsa, karena tantangan ke depan semakin keras seperti, tingginya hutang luar negeri, kurangnya investasi serta kompetisi antar negara yang semakin keras dan degradasi lingkungan yang semakin meningkat. Hadir dalam kuliah umum di antaranya, Menteri Kabinet Indonesia bersatu, Gubernur Jatim H. Imam Utomo, Kodam V/Brawijaya serta Kapolda dan seluruh Rektor Perguruan Tinggi di Jawa Timur. ( JNR, Esha )