News Room, Jumat ( 29/11 ) Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si mengajak masyarakat khususnya di Sumenep untuk bersyukur, karena ada di negara yang dikaruniasi potensi yang luar biasa dengan demografi dan sumber daya yang memadai. “Karena itu harus dibarengi dengan sumberdaya manusia yang kuat dan memiliki ilmu yang bagus. Itu akan menjadi aset yang paling berharga bagi bangsa Indonesia,”ungkap Bupati pada acara penyerahan secara simbolis bantuan hibah keuangan untuk lembaga pendidikan di Gedung Ki Hajar Dewantara, Kamis sore (28/11). Sebab, tegas Bupati, jika tingkat keilmuan sumberdaya manusia sedikit dan skill juga tidak terlalu kuat, nantinya justeru akan menjadi beban bagi negara. Karena itu, harus ada perbaikan di sana-sini, agar kedepan Indonesia akan menjadi lebih baik. Karena dari data yang ada di pusat, dengan berbagai bantuan yang diberikan hingga ke Desa-desa melalui berbagai program penurunan kemiskinannya, justeru tidak sampai 3 persen. Karena itu, tegas Bupati yang juga Pengasuh Ponpes Al-Karimiyah Braji ini, hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Yakni, dengan melihat perkembangan negara-negara maju di dunia, seperti halnya negara Vietnam yang baru merdeka tahun 1975, namun perkembangan ekonomi diakui dunia. Dan itu perlu menjadi acuan, khususnya tangan-tangan para pendidikan. “Dan sebenarnya kita butuh banyak ilmuan, karena salah satu kelemahan kita saat ini sarjana-sarjana teknik sangat sedikit, dibandingkan dengan sarjana-sarjana lainnya, seperti sosial, politik, psikologi, sarjana agama dan sebagainya,”tambahnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Drs. H. Ach. Shadik, M.Si menjelaskan, pemberian bantuan dana hibah untuk lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep tahun 2013 ini mencapai Rp. 6,4 milyar untuk 428 lembaga. Ini lebih besar dari bantuan sebelumnya di tahun 2012, yakni sebesar Rp. 4,1 milyar dengan penerima 281 lembaga. “Salah satu tujuan bantuan keuangan ini untuk memberdayakan lembaga pendidikan khusus di lembaga swasta, agar mampu meningkatkan kepeduliannya dan peran sertanya dalam meningkatkan mutu pendidikan Sumenep dan sebagainya,”jelasnya. Sedangkan bantuan hibah keuangan yang diberikan Bupati secara simbolis berupa bantuan pemberdayaan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, Boad Boused Education (BBE) SMA/MA, Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMA, MA, SMK, Percepatan Infrastruktur dan Peningkatan Ekonomi Kerakyatan (PIPEK) bidang pendidikan serta bantuan prasarana pendidikan. ( Ren, Esha )