News Room, Rabu ( 27/08 ) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Hary Sudarmadji, MS mengaku ketergantungan petani di Sumenep terhadap pupuk an organik masih cukup tinggi. Karena itu perlu terus dilakukan sosialisasi, agar informasi tentang pentingnya petani untuk tetap melakukan perubahan pola tanam seperti dulu, kembali dilakukan. Sebab selama ini menurut Sudarmadji, hampir disemua wilayah pertanian di Sumenep, mayoritas masih menggantungkkan pada pupuk an organik. Diperkirakan yang tetap memilih menggunakan pupuk an organik sekitar 15 hingga 20 persen petani. “Umumnya petani masih menggantungkan pada pupuk an organik, karena pinginnya mereka serba cepat. Padahal, itu hanya terjadi dalam semusim, sedangkan untuk musim berikutnya mereka tidak terlalu peduli,â€Âujar Hary Sudarmadji ketika ditemui News Room di kantornya. Meski demikian tegas Hery, pihaknya terus memberikan informasi kepada petani, hanya saja daya tangkap dalam menerima informasi yang disampaikan kepada petani, terkadang sulit diterima dengan baik. Sebab diakui Hery, selama ini banyak macam merek pupuk organik yang dapat membuktikan kepada petani untuk menghasilkan tanamannya dengan cepat dan hasilnya lebih banyak dari sebelumnya. Padahal itu hanya bersifat sesaat, sedangkan pupuk organik memang hasilnya tidak bisa dilihat dalam semusim. Namun dalam waktu yang cukup lama, bisa dua sampai tiga musim berikutnya, kesuburan tanah baru bisa terlihat oleh petani. Hery berharap, nantinya petani akan kembali menggunakan pupuk organik, seperti kompos dan pupuk kandang yang biasanya dimiliki sendiri oleh petani yang memiliki ternak sapi, kambing dan sebagainya. ( Ren, Esha )