Sumenep-Kominfo News Room : Guna mengantisipasi konflik horizontal antar petani karena sering berebut aliran air irigasi, akhirnya Bappeda Kabupaten Sumenep merangkul petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) melalui beragam bentuk pembinaan. Pada tahun 2006-2007 Bappeda semakin intensif membina kalangan petani anggota HIPPA untuk menjadi HIPPA gabungan. Kepala Bidang Sarana dan Fisik Bappeda Kabupaten Sumenep, Ir. Imam Suhadi, MM menjelaskan, untuk mewujudkan HIPPA gabungan itu, pihaknya telah menjadikan HIPPA Jepun Kecamatan Lenteng sebagai HIPPA percontohan. HIPPA Percontohan semacam ini sangat penting, karena jika pihaknya tidak mengkoordinir pemanfaat saluran air irigasi itu, akan memicu konflik horizontal. Terkait dengan sejumlah organisasi HIPPA yang berada pada Dinas lain, seperti Dinas PU Pengairan, pihaknya menjamin tidak akan tumpang tindih dengan HIPPA yang berada di instansinya, karena HIPPA yang ada di Dinas PU Pengairan itu hanya menyangkut masalah teknis kontruksinya, sedangkan kelembangaannya merupakan tanggung jawab Bappeda. Imam Suhadi menambahkan, program Water Risoselt And Irigation Sector Management Program ( WISEM) juga tidak hanya di instansinya saja, melainkan program itu juga ada di Dinas Pertanian dan Dinas PU Pengairan, karena Program WISEM ini menginginkan keberlanjutan program dalam satu lokasi. ( Yasik, Esha, Ong )