News Room, Kamis (03/01) Beberapa kalangan beranggapan, Kabupaten-Kabupaten di Madura tidak siap menghadapi selesainya pembangunan jembatan Suramadu, tidak tercuali juga dengan Kabupaten Sumenep, sehingga diperlukan pengembangan kualitas SDM di Kabupaten ini. Hal itu ditegaskan Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. H. Djasmo, M.Si, dalam sambutannya ketika membuka acara Lokakarya Penyusunan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumenep Tahun 2007, Kamis pagi tadi (03/01) di Ruang Rapat Gedung PKK Kabupaten Sumenep. Lebih lanjut H. Djasmo mengatakan, penyusunan IPM, sangat penting dilakukan sebagai bahan acuan pengembangan pembangunan di Kabupaten Sumenep. Dengan adanya lokakarya IPM, H. Djasmo mengajak semua pihak untuk lebih bersemangat dan terdorong untuk mengembangkan Kabupaten Sumenep ke depan yang lebih baik. Sementara itu dalam paparannya, pemateri dari Lembaga Peneletian dan Pengembangan Masyarakat Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (LPPM-ITS), Dra. Tutik Kurniati, M.Sc mengatakan, aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Sumenep masih tergantung pada alam, namun belum bisa mengangkat taraf ekonomi masyarakat, terutama di wilayah kepulauan. Tutik mencotohkan, di Pulau Sapeken banyak terdapat pohon kelapa, dan buahnya berjatuhan tak terurus. Semestinya buah kelapa bisa menjadi komoditi yang bisa mengangkat taraf hidup masyarakat setempat. Selanjutnya Tutik mengatakan, dari hasil perhitungan angka IPM di tiap-tiap Kecamatan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, hendaknya digunakan sebagai dasar penyusunan strategi pembangunan jangka panjang di Kabupaten Sumenep. ( Adjie, Soek )