News Room, Selasa ( 27/05 ) Siswa SMP Negeri 1 Gapura, Kecamatan Gapura, bisa bernafas lega. Sebab, dengan kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang mampu mempengaruhi seluruh harga, baik sembako (sembilan bahan pokok) maupun tarif angkutan, ternyata bukan menjadi kendala terbesar untuk melanjutkan pendidikan. Jumlah siswa di lembaga pendidikan itu sebanyak 451 orang, yang 70 persen merupakan siswa tidak mampu, mendapat bantuan sepeda pancal. Bantuan itu tidak diberikan serta merta, tapi harus melalui kriteria, yakni siswa yang perekonomiannya lemah, harus mengajukan kepada sekolah, kemudian tim melakukan survey. Jika memang dinilai tidak mampu, maka bantuan berupa sepeda pancal bisa diluncurkan. “Hingga saat ini jumlah sepeda pancal yang diperbantukan kepada siswa tidak mampu, sebanyak 17 unit,†kata Kepala SMP Negeri 1 Gapura, Drs. Joni Iskandar, kepada sejumlah wartawan. Joni menerangkan, siswa yang mendapat bantuan itu, kebanyakan lokasi rumahnya yang tidak dilalui angkutan umum, dan jarak tempuh ke SMP Negeri 1 Gapura sekitar 12 kilometer. Namun, tidak menutup kemungkinan, siswa yang jarak rumah ke sekolah 6 kilometer juga diberi bantuan sepeda pancal, asalkan ekonominya betul-betul tidak beruntung. “Bantuan itu bukan untuk dimiliki siswa, tapi sifatnya hanya dipinjamkan. Jika sudah lulus, sepeda pancal itu dikembalikan lagi ke pihak sekolah,†terangnya. Joni memaparkan, selain sepeda pancal, pihak sekolah juga memberikan bantuan kepada siswa yang tidak mampu berupa seragam, tas dan sepatu. “Bantuan itu memang diberikan secara cuma-cuma, sebagai pendorong bagi siswa tidak mampu, untuk tetap melanjutkan pendidikan di tingkat SMP,†tegasnya. ( Nita, Esha )