Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-01-2023
  • 814 Kali

Belum Satu Jam, Lapor 112 Lubang Jembatan Mampet Langsung Ditangani

Media Center, Selasa ( 17/01 ) Belum satu jam lapor Call Center Kedaruratan 112 Kabupaten Sumenep mengenai mampetnya lubang jembatan di Desa Pakamban Laok Kecamatan Pragaan yang menyebabkan air hujan tergenang di sisi kanan kiri jembatan, petugas langsung datang menangani.

Para petugas dari Balai Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) Kabupaten Pamekasan langsung datang ke lokasi menembus rintik hujan. 

Sebelumnya, salah satu warga Desa Pakamban Laok Zubairi saat hujan deras melaporkan melalui Call Center 112 bahwa terdapat genangan air yang disebabkan mampetnya lubang air sisi kanan kiri jembatan di Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan.

Dirinya menyampaikan bahwa secara personal sudah melakukan upaya pengerukan tanah pada lubang tersebut semampunya, namun hanya mampu menangani satu lubang saja.

“Hanya satu lubang yang tertangani, mungkin karena tanahnya terlalu padat. Sehingga, saya menghubungi 112 agar disampaikan ke pihak yang berwenang. Ternyata cepat sekali responnya air genangan belum surut, para petugas sudah datang ke lokasi. Terima kasih Call Center 112, dan tim yang telah datang,” ungkap Zubairi kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) setempat, Selasa (17/01/2023).

Menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama, namun dirinya tidak tahu kepada siapa harus melapor. 

Selain terjadi pemadatan tanah yang terbawa arus air hujan sehingga mengakibatkan mampetnya saluran itu, apalagi genangan air terjadi cenderung lama meski hujan sudah reda, dan tentunya jika dibiarkan dalam waktu panjang bisa merusak jembatan.

"Sekali lagi terima kasih call center 112, responnya luar biasa sangat cepat. Terima kasih Bupati Sumenep, jargon "Bismillah Melayani" tidak sia-sia. Terus menebar manfaat buat yang lainnya," kata Zubairi mengapresiasi kerja Call Center 112 dan petugas PUPR.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, bahwa kecepatan pelayanan itu merupakan arahan Bupati Sumenep untuk langsung membantu pengaduan warga secepat mungkin. 

"Kita Tim lintas Satuan Kerja (Satker), terkait kedaruratan stand by (siaga) selama 24 jam," terangnya.

Ferdiansyah berharap, jika warga mengalami kedaruratan, jangan lupa menghubungi call center 112 untuk langsung disambungkan dengan perangkat daerah maupun Satker yang menangani atau pihak lainnya di lintas sektor. 

"Kondisi musim hujan begini, kita harus antisipasi potensi-potensi kerawanan. Jadi kita selalu awas, waspada dan stand by,” pungkasnya. ( KIM-KMAP/Ismi,Fer )