News Room, Senin ( 15/12 ) Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) maupun Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang dilaksanakan di Kabupaten Sumenep selama ini memang cukup menyentuh kepada masyarakat. Upaya program pemberdayaan yang lebih banyak difokuskan pada peningkatan infrastuktur dan peningkatan sumber daya manusia ini sudah banyak dirasakan kalangan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Kota PNPM-P2KP Kabupaten Sumenep, Nurul Kamil, SE. Menurutnya, program pemberdayaan yang menyentuh langsung kepada masyarakat ini mulai dari perencanaan hingga pelaksanaaannya dilakukan oleh masyarakat, sehingga hasilnya, masyarakatlah yang menikmati sesuai dengan apa yang diharapkan. Program pemberdayaan melalui P2KP dan PNPM ini memang bukan merupakan pekerjaan proyek, namun bagaimana program ini dilakukan masyarakat sesuai dengan rencana yang diinginkan oleh masyarakat itu sendiri. Artinya, dengan merubah paradigma pola pikir masyarakat yang selama ini tidak banyak tahu persoalan pembangunan yang ada di Desanya. Sebab, terkadang tidak tahu siapa yang merencanakan dan sebagainya, tahu-tahu sudah dilakukan proyek di Desanya. ‘Bahkan dalam pelaksanaannya selama ini, masyarakat betul-betul memberikan kontribusi yang cukup besar dalam membangun Desanya. Terbukti, dengan dana yang cukup kecil bisa bertambah dengan sumbangan swadaya yang dilakukan masyarakat sendiri,†ujar Nurul Kamil. Diakui Nurul, jika proyek pemberdayaan ini tidak bisa dilihat dari tingkat keberhasilannya. Sebab, proyek bukan tujuan, tapi sebagai alat untuk mengubah pola pikir masyarakat yang dulunya tidak mau tahu persoalan pelaksanaan proyek yang dilaksanakan dilingkungannya. Namun sekarang bagaimana mereka juga diikutkan untuk berpikir dan melaksanakan proyek tersebut sesuai yang diinginkan dibawah. Terbukti, ketika pelaksanaan Paket PNPM P2KP yang diberikan untuk 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Kalianget dan Kecamatan Raas. Yang merupakan dana program paket yang diperoleh sebagai reward setelah berhasil dalam Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) sebelumnya. Mereka sudah bisa melaksanakan berbagai kegiatan dengan bekerjasama dengan instansi maupun pengusaha lain untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat di Desanya sendiri. ( Ren, Esha )