Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-06-2015
  • 478 Kali

Berkah Ramadlan, Dagang Sebentar Raup Untung Besar

News Room, Selasa ( 23/06 ) Di bulan Ramadlan ini, takjil (meski pengertian sesungguhnya bukanlah jenis makanan), tak hanya nikmat disantap saat buka puasa tiba.

Terlebih bagi kalangan pedagang, tentu takjil merupakan berkah tersendiri yang bisa mengundang datangnya pundi-pundi uang. Di setiap sudut keramaian, disitu hampir bisa dipastikan ada penjual takjil.

Takjil yang dijual juga beraneka ragam, sebanyak lidah penyukanya. Seperti, sebut saja Warni misalnya, takjil yang ia jual bermacam-macam. Tak ayal, pembeli jadi berjubel di depan meja sejenis lencak (bahasa Madura; red) berkaki tinggi miliknya di sekitar Taman Adipura.

“Kami bahkan juga melayani pesanan dalam jumlah besar mas. Ya, semua yang disaji di sini,”tuturnya sambil melayani pembeli dan pesanan News Room, kemarin sore.

Namun, tak semua dagangan di situ milik Warni. Ada juga dagangan titipan orang lain. Hasilnya nanti paruhan. “Ya memang banyak juga yang nitip di sini. Mungkin karena dipandang mereka di sini ramai pembeli,”ujarnya setengah berbisik sembari tersenyum.

Dari penuturan Warni, sebenarnya ia bukan penjual ta’jil kagetan. Artinya, meski sebelum datangnya bulan puasa, ia memang sudah biasa menjual makanan seperti yang disaji saat ini. Cuma bedanya, jika bulan puasa ada tambahan menu-menu lain, dan jumlahnya lebih banyak.

Dan lagi, tak seperti hari-hari biasa yang mulai buka dagangan sejak pagi hari hingga sore, di bulan ini hanya terbatas di sore hari menjelang buka puasa. “Siang hari tak jual mas. Ya, sebagai bentuk penghormatan pada bulan suci Ramadlan ini. Jadi hanya sore hari,”tegasnya.

Kendati waktu jual yang begitu pendek dibanding hari-hari biasa, tak berarti omzet pendapatannya menurun. Justru diakui perempuan bertubuh agak subur ini keuntungan yang didapat melebihi keuntungan hari-hari biasa, yang justru lebih banyak memakan waktu berjualan.

“Ya inilah berkah Ramadlan. Alhamdulillah, bukan bertambah sedikit keuntungan yang didapat,”syukur Warni.

Senada dengan Warni, penjual takjil lain di Taman Adipura bernama Rusdi juga mengaku pendapatannya bertambah di banding hari-hari sebelum Ramadlan. “Ya bagi saya masuk akal juga mas. Meski saya berdagang mulai pagi hingga petang, namun pembelinya ya tak sebanyak sore hari di bulan puasa ini. Kalau di bulan puasa kan banyak yang istilahnya ngabuburit atau nyare malem (mencari malam; red). Jadi kendati cuma sebentar, namun dagangan cepat habis alias laris manis,”tandasnya.

Namun, meski begitu, Rusdi tentu tak menampik jika hal itu merupakan berkah Ramadlan bagi umat Islam, khususnya pedagang takjil seperti dirinya. “Mudah-mudahan, berkah ini terus berlangsung tak hanya di bulan Ramadlan saja,”doa pria berkumis tipis ini. ( Farhan, Esha )