Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-07-2012
  • 1218 Kali

Berpedoman Kepada Al-Qur an, Tanamkan Pendidikan Akhlaq

News Room, Jumat (13/07) Pemerintah Kabupaten Sumenep sukses menggelar pengajian umum, dalam rangka Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan menghadapi Bulan Suci Ramadhan 1433 Hijriyah, yang dilaksanakan Kamis malam (12/07), dengan menghadirkan Prof. Dr. Imam Suprayogo, yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Dihadapan ribuan jamaah yang hadir dalam pengajian umum tersebut, pria kelahiran Trenggalek 2 Januari 1951 ini mengingatkan kaum muslim, agar tetap berpedoman kepada Al-Quran dalam beraktifitas keseharian. Sebab, semua yang terjadi dalam kehidupan ini ada dalam Al-Quran. “Syukurlah di Kabupaten Sumenep ini, banyak pendidikan Pondok Pesantren yang menerapkan pendidikan hafal Al-Quran, sehingga misi besar Islam akan terus berkembang,”ujarnya. Bahkan, pria yang pernah tercatat sebagai pemimpin pendidikan yang sangat cemerlang oleh MURI Indonesia (2006) ini juga menerapkan pendidikan Pondok Pesantren di Universitas yang di pimpinnya saat ini, sehingga saat ini sudah ada 1.502 mahasiswanya dari 8.000 mahasiswa di UIN Malang juga telah hafal Al-Quran. Imam Suprayogo juga memaparkan 5 pesan yang menjadi misi besar Nabi Muhammad SAW, yakni pentingnya kaya ilmu pengetahuan, selalu melakukan mensucikan diri, memiliki sikap adil, perbanyak ibadah dan melaksanakan amal sholeh. Dan itu diyakini, selama ini sudah dilaksanakan di Pondok Pesantren yang senantiasa menanamkan pendidikan akhlak tersebut. Sementara Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si dalam sambutan singkatnya berharap dengan kegiatan Pengajian Umum yang dilaksanakan dalam rangka Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Menjelang Datangnya Bulan Suci Ramadhan 1433 Hijriyah ini, mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat muslim, khususnya di Kabupaten Sumenep. Karena itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyah Braji ini berharap kegiatan keagamaan seperti itu perlu terus dilakukan, sehingga upaya untuk mensucikan hati terus diasah seta terhindar dari berbagai pengaruh yang tidak baik, untuk diri dan seluruh ummat manusia. ( Ren, Esha )