Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-06-2026
  • 123 Kali

Bupati Harapkan Pawai Muharam Perkuat Syiar Islam dan Tanamkan Nilai Kebersamaan

Media Center, Senin ( 29/06 ) Pawai Muharam atau Asyura dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam, menanamkan nilai-nilai hijrah, serta mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Pawai Muharam/Asyura tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi sarana edukasi keagamaan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

"Kami mengharapkan masyarakat, khususnya generasi muda melalui kegiatan ini, semakin mencintai ajaran Islam, memiliki akhlak yang mulia, serta menjadikan nilai-nilai hijrah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bupati di sela-sela melepas pawai, di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Senin (29/06/2026). 

Muharam merupakan bulan penuh kemuliaan, sehingga harus diisi dengan berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat keimanan, kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

"Pawai Muharam/Asyura hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi media syiar Islam yang memberikan manfaat, memperkuat persaudaraan, dan membangun karakter generasi penerus bangsa," tuturnya.

Ia menyatakan, seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Sumenep yang religius, harmonis, dan sejahtera.

"Semoga semangat Muharam dan Asyura membawa keberkahan bagi kita semua, serta menjadi penguat kebersamaan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Sumenep lebih maju,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan pawai Muharam ini, karena kolaborasi elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga tradisi keagamaan yang sarat dengan nilai persatuan dan kerukunan.

“Seluruh elemen masyarakat berkolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan sebagai identitas daerah, dalam bentuk syiar yang mengandung nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Sementara peserta pawai sebanyak 797 siswa mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat baik negeri maupun swasta. ( Yasik, Fer )