Sumenep-Infokom News Room : Pencanangan Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jawa Timur 2006, besok Selasa (04/04), akan dilakukan Menteri Dalam Negeri, H. Moh. Ma’ruf, SE dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Dr. Sofyan A. Djalil, SH, MA. Pekan KIM yang kali pertama diadakan di Indonesia ini diselenggarakan pada 4 hingga 8 April 2006, bertempat di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Menurut Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Propinsi Jatim, Drs. Suwanto, M.Si ditemui di kantornya, Senin (03/04), pihaknya telah mempersiapkan pelaksanaan Pekan KIM Jatim 2006 ini dengan matang. “Kami sudah optimal dengan persiapan Pekan KIM ini. Hari ini saja, petugas kami di lapangan sudah mempersiapkan seoptimal mungkin, bagaimana tempat pencanangan atau peresmian, temu atau sarasehan KIM, tempat pameran produk unggulan daerah, dan festival pertunjukan rakyat�, katanya optimis. Pejabat yang hadir selain Mendagri dan Menkominfo, yakni Pejabat Eselon I Depdagri dan Depkominfo, Gubernur Jatim, Imam Utomo, Ketua DPRD Jatim dan Komisi A DPRD Jatim, Muspida Jatim, Bupati/Walikota se Jawa Timur, DPRD Kabupaten/Kota se Jawa Timur, Muspida Kabupaten/Kota Mojokerto, Dinas Infokom Kabupaten/Kota se Jatim, dan KIM se Jatim. “Kami harapkan masing-masing Kabupaten/Kota menghadirkan minimal lima lembaga KIM. Selain itu, juga dihadirkan tenaga penyuluh lapangan pertanian�, imbuhnya. Suwanto menambahkan, bahwa KIM ini sangat berbeda dengan Kelompencapir (era Orde Baru). KIM diharapkan ke depan dapat memecahkan kebuntuan informasi di tengah masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, masyarakat secara otomatis akan diberdayakan mencairkan kebuntuan informasi secara bersama-sama dengan kelompoknya. Untuk tahap awal, informasi yang menjadi perhatian utama adalah informasi pertanian, peternakan, kesehatan dan pendidikan. “Filosofis tentang KIM ini adalah dikelola dan dibentuk oleh, dari dan untuk masyarakat. Kami harapkan setelah pencanangan, KIM dapat langsung bekerja dalam memberdayakan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Memang saat ini sudah ada beberapa KIM yang sudah bekerja di beberapa daerah, diharapkan terus berkesinambungan,� imbaunya. Sekadar diketahui, secara kuantitatif hasil identifikasi (database) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang dilakukan Dinas Infokom Jatim menunjukkan bahwa dari 654 Kecamatan se Jatim baru terbentuk 283 lembaga KIM yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota. Hal ini berarti capaian baru sekitar 32,67 prosen (ratio rata-rata satu Kecamatan satu lembaga KIM) untuk mengakses layanan informasi masyarakat dengan jumlah penduduk kurang lebih 35 juta jiwa. ( Info Jatim,Ong, Esha )