Sumenep-Kominfo News Room : Program Bhayangkari Daerah Jawa Timur yang mengedepankan pemberantasan buta aksara, nampaknya menuai hasil. Terbukti, setelah dilakukan pembinaan terhadap masyarakat yang buta aksara, akhirnya para binaan tersebut sudah bisa membaca dan menulis. Demikian diungkapkan Tim Monitoring Bhayangkari Daerah Jawa Timur, Ny. Suharsono, usai melakukan monitoring di Polres Sumenep. Ny. Suharsono menerangkan, sesuai dengan hasil monitoring itu, pihaknya merasa puas dengan hasil pelaksanaan program tersebut. Bahkan, langkah selanjutnya untuk mengecek apakah para binaan itu betul-betul sudah bisa membaca dan menulis, maka pihaknya akan melakukan test terhadap para binaan tersebut. Ny. Suharsono juga mengaku sangat bangga dengan program pemberantasan buta aksara itu, karena setelah melakukan monitoring kepada masing-masing lokasi, yakni Polres se Jatim, maka didapati 90 prosen pihaknya sudah bisa berhasil memberantas buta aksara. Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Sumenep, Ny. Tin Budiono Sandi menuturkan, meskipun program itu kali pertama baru dilakukannya, namun pihaknya berupaya semaksimal mungkin melaksanakan program pengentasan buta aksara tersebut, mengingat program ini memang instruksi langsung dari Polda Jatim. Ny. Tin Budiono Sandi menerangkan, untuk wilayah Sumenep ini, pihaknya mendapat bagian 100 orang, sehingga dibagi menjadi 10 ranting, yang masing-masing ranting berjumlah 10 orang dengan 1 tutor. Lebih lanjut Ny. Tin Budiono Sandi menjelaskan, program tersebut dilaksanakan sejak Agustus 2006 hingga Januari 2007 mendatang, dengan diakhiri pemberian ijazah kepada para binaan dalam program pengentasan buta aksara tersebut. Ny. Tin Budiono Sandi menambahkan, para binaan itu memang diambil dari nol, yakni ada yang memang belum bisa membaca dan ada yang putus sekolah tapi masih belum lancar membaca. ( Nita, Esha )