Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-02-2009
  • 419 Kali

Bingung, Dana Pendistribusian Logistik Pileg 2009 Minim

News Room, Jum’at ( 20/02 ) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, kebingungan akan melakukan pendistribusian logistik Pemiliham Legislatif (Pileg) 2009. Sebab, dana untuk pendistribusian logistik baru tersedia sebesar Rp. 70 juta, sedangkan kebutuhan riilnya sekitar Rp. 500 juta. Anggota KPU Kabupaten Sumenep, Moh. Ilyas mengaku, kalau dana pendistribusian yang ada sangat minim, dan jauh dari kebutuhan. Dana sebesar Rp. 70 juta itu dinilai terlalu kecil, mengingat letak geografis wilayah Kabupaten Sumenep yang terdiri dari kepulauan. “Kami sudah melayangkan pangajuan penambahan dana pendistribusian logistik itu kepada KPU Pusat sekitar Rp. 430 juta,” ujar Moh. Ilyas pada wartawan dikantornya, Jalan Asta Tinggi, Sumenep, Jum’at (20/02). Ia menjelaskan, pendistribusian logistik dari KPU ke PPK daratan saja, akan memakan biaya sekitar Rp. 50.000,00, untuk membayar satu kali angkutan. Sedangkan, untuk PPK kepulauan tidak cukup biaya sebesar Rp. 50.000,00, karena selain menyewa kendaraan bermotor, juga harus menggunakan transportasi laut, yang biayanya jauh lebih besar. “Jadi, bisa dipastikan dengan dana Rp. 70 juta itu tidak akan mampu memadai untuk melakukan pendistribusian kepada 27 PPK yang ada di Kabupaten Sumenep,” terangnya. Selain kekurangan dana pendistribusian, kata Moh. Ilyas, pihaknya juga kekurangan bilik dan kotak suara. Sebab, stok yang ada kurang dari kebutuhan, dikarenakan banyak yang rusak dan tidak layak pakai. Untuk bilik suara hanya tersedia 8.200 unit dari kebutuhan 10.388 unit, sedangkan kotak suara hanya tersedia 8.100 dari 10.388 kotak. “Jadi, kekurangan bilik dan kotak suara sekitar 3. 476 unit, dengan rincian, bilik suara kekurangan 2.288, dan kotak suara kekurangan 1.188 kotak,” ungkapnya menambahkan. Namun Moh. Ilyas menyatakan, seluruh kekurangan bilik dan kotak suara itu sudah dilaporkan pada KPU Pusat dan Propinsi Jawa Timur. ( Nita, Esha )