News Room, Selasa ( 22/02 ) Bocah berusia 12 tahun yang masih duduk dikelas 5 SDN Karoppo 2, Kecamatan Raas, berinisial LT, warga Dusun Jati, Desa Karopo, Kecamatan Raas, ketahuan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap bunga, nama samaran (6 tahun), siswi kelas 1 SDN Karopo 2, warga setempat hingga keluar darah dari alat kemaluannya. Korban yang merupakan putri pasangan suami istri Abd Kifli (42)-Mainna (33), hanya tinggal bersama neneknya Buk Juhani (55). Ibu korban, Mainna (33) menjelaskan, kejadian itu diluar dugaan, karena selama ini pelaku dikenal baik dan teman sekolah anaknya. “Saat itu pada tanggal 17 Fenruari kemarin, korban memang dibiarkan bermain dengan pelaku disawah oleh neneknya, karena dianggap biasa. Tapi, sepulang dari sawah tiba-tiba korban nangis, neneknya langsung menyuapkan nasi selanjutnya dimandiin. Tangis korban tak kunjung berhenti,”kata Mainna, di Polres Sumenep, Selasa (22/02). Mainna mengungkapkan, sang nenek kaget ketika membuka celana dalam korban dikamar mandi yang langsung mengeluarkan darah segar. “Kontan ibu saya menanyakan kamu kenap kok keluar darah. Dia pun bercerita kalau diajak tidur oleh pelaku disawah. Karena marah, ibu langsung mendatangi rumah pelaku,”ujarnya. Setelah itu, kata Mainna, pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumenep. “Kami ingin pelaku ditahan. Sebab, perbuatannya diluar batas kenakalan anak-anak. Semua bukti sudah ada, jadi tidak ada alasan bagi polisi untuk tidak menahan pelaku,”ungkapnya. Sementara Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto mengaku telah menerima laporan pencabulan tersebut. “Laporan pencabulan dari Kecamatan Raas itu akan kami tindak lanjuti. Sekarang, korban sedang menjalani pemeriksaan dan sudah divisum,”terangnya. Edy juga memaparkan, pihaknya belum berani mengambil tindakan apakah pelaku akan ditahan atau tidak, karena pelaku masih dibawah umur. “Lihat saja perkembangannya nanti, pelaku kan masih anak-anak. Kami belum ambil sikap, karena penahanan pelaku dibawah umur butuh ruangan khusus sementara di Polres Sumenep, belum tersedia,”pungkasnya. ( Nita, Esha )