News Room, Selasa (18/12) Sebanyak 7.882 siswa dari 71 lembaga pendidikan SMA dan SMK negeri dan swasta di Kabupaten Sumenep mendapat bantuan Biaya Opersional Sekolah (BOS) 2012 melalui anggaran APBD Propinsi Jawa Timur yang merupakan pengganti dari Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dilaksanakan tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM kepada wartawan di kantornya, Selasa (18/12) mengungkapkan, bantuan operasional sekolah yang diberikan kepada siswa SMA ini diharapkan betul-betul sesuai dengan prosedur yang ada. “Pada intinya, dana BOS tersebut untuk opersional sekolah, khususnya untuk membantu siswa miskin, sehingga tidak kesulitan biaya untuk sekolah,”ujarnya. H. Achmad Masuni menekankan, agar para pengelola di lembaga yang menerima BOS SMA tersebut untuk tidak menyalah gunakan dana bantuan dan tidak membohongi siswa dan masyarakat, sehingga harapan pemerintah untuk mencetak para siswa berkualitas akan tercapai dengan baik. Sementara Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Ataur Rahman, M.Si menambahkan, total bantuan yang diterima melalui dana BOS SMA di Kabupaten Sumenep mencapai Rp. 6.147.960.000,00 yang diberikan melalui lembaganya masing-masing sesuai dengan jumlah siswa miskin yang ada, dengan anggaran per-siswa sebesar Rp. 65.000,00 per-bulan dalam satu tahun. Dijelaskan, dana BOS tersebut merupakan program Pemerintah Jawa Timur untuk mengurangi beban siswa utamanya yang miskin. Yang tujuannya untuk menampung siswa untuk tidak putus sekolah, hingga dapat menamatkan SMA dan bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi. “Selain untuk siswa miskin, dana BOS tersebut juga bisa dipergunakan untuk Operasional Sekolah, TIK, maupun untuk sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan penggunaan dana BOS,”pungkasnya. ( Ren, Esha )