Sumenep-Kominfo News Room : Untuk mencari jalan keluar pasca aksi tuntutan masyarakat Pagerungan Besar terhadap PT. EMP Kangean Limited, akhirnya diadakan pertemuan antara PT. Migas, PT. EMP Kangean dan Instansi terkait dengan mengundang 10 perwakilan masyarakat Pagerungan Besar. Demikian diungkapkan Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Budiono Sandi, SH melalui Kabag Operasi, Komisaris Polisi Ary Wahjudhi. Ia menuturkan, pertemuan tersebut dilakukan di Hotel Elmi Surabaya sejak Selasa kemarin hingga Rabu 10 Januari 2007. Acara itu dihadiri BP. Migas, PT. EMP Kangean Limited, Dinas ESDM Propinsi Jawa Timur, perwakilan Polda Jawa Timur, Kapolres Sumenep AKBP Drs. Budiono Sandi, SH dan Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM. Kabag OPS menerangkan, dalam pertemuan lanjutan pada hari ini, Rabu (10/01), direncanakan 10 perwakilan masyarakat Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken akan diundang untuk menghadiri pertemuan tersebut, yang dipindahkan di Hotel Utami Juanda Surabaya. Karena itu, Kabag OPS berharap pertemuan itu bisa menemukan jalan keluar terhadap tuntutan yang dilayangkan masyarakat Pagerungan Besar terhadap PT. EMP Kangean Limited, sebagai tindak lajut dari negosiasi dan kesepakatan. Sehingga 10 perwakilan masyarakat Pagerungan Besar itu diharapkan betul-betul bisa mewakili masyarakat. Adapun 10 perwakilan masyarakat Pagerungan Besar itu, yakni Kepala Desa Pagerungan Besar, H. Moh. Hasyim, kemudian unsur BPD, H. Syamsul Ma’arif, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), H. Husyaimi, H. Abidin, Abd. Rahem, Mansyur, Maksum, Drs. Abd. Rasyid, Nuryadi dan Abd. Mu’id. Kabag OPS menjelaskan, dalam pertemuan itu juga akan dihadiri anggota DPRD Sumenep, Badrul Aini, S.Ag, H. Nurul Hamzah, Pardi Sukisno dan Salim. Menurut Kabag OPS, mereka akan dijadikan penengah selama pertemuan itu berlangsung. Lebih lanjut Kabag OPS menegaskan, untuk saat ini para pekerja PT. EMP Kangean Limited sudah bisa melaksanakan tugasnya secara normal, dengan mengoperasionalkan 2 sumur gas yang sudah mencapai 10 hingga 30 prosen secara bertahap, bisa memproduksi mencapai 100 prosen. Namun, hal itu membutuhkan waktu selama 3 hari sejak Selasa kemarin (09/01). ( Nita, Esha )