Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-06-2011
  • 841 Kali

BPS Sumenep Lakukan Pendataan Ternak Sapi Dan Kerbau

News Room, Kamis ( 16/06 ) Pendataan ternak sapi dan kerbau yang dilakukan Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep, sejak tanggal 2 hingga 16 Juni 2011 mencapai 94 persen. Pendataan tersebut dalam rangka mendukung Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) 2014 yang merupakan program nasional. Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Dra. Hj. Endang Sulastri, Kamis (16/06) mengatakan, hingga hari ini hasil sementara pendataan sapi dan kerbau, yakni ternak sapi potong sebanyak 240.576 ekor, sapi perah angkanya nol, dan kerbau sebanyak 3.164 ekor, sedangkan warga masyarakat pemelihara tenak sapi dan kerbau tersebut sebanyak 112.214 orang. BPS Sumenep untuk mendata sapi dan kerbau untuk program swasembada daging sapi dan kerbau 2014 dilakukan oleh petugas pendata yang tersebar di 27 Kecamatan se Kabupaten Sumenep. ”Kami menurunkan 657 orang petugas dalam melakukan pendataan sapi dan kerbau yang sebelumnya sudah mendapat pelatihan. Untuk teknis pendatan yang dilakukan oleh petugas, yakni petugas mendatangi nara sumber di Desa, seperti ketua RT atau aparat Desa lainnya yang mengetahui tentang keberdaan warga yang memelihara/pemilik sapi di Desanya, selanjutnya petugas sendiri mendatangi rumah-rumah pemilik sapi di Desa untuk dilakukan pendataan,”tegasnya. Hj. Endang Sulastri menyatakan, dari hasil pendataan sementara tersebut, Kecamatan tertinggi populasi ternah sapi, yakni di Kecamatan Batang-batang dengan jumlah sapi potong sebanyak 21.542 ekor, Kecamatan Batuputih sebanyak 17.073 ekor, dan Kecamatan Ambunten sebanyak 16.147 ekor sapi. Sementara untuk ternak kerbau populasinya hanya ada di 3 Kecamatan kepulauan, yakni Kecamatan Arjasa sebanyak 2.646 ekor, Kangayan sebanyak 462 ekor, dan Kecamatan Masalembu sebanyak 56 ekor kerbau. Pendataan sapi dan kerbau sesuai dengan jadwal yang dilakukan sejak tanggal 1 hingga 30 Juni 2011 besok, sehingga angka ternak sapi dan kerbau di Kabupaten Sumenep bisa terus bertambah. ”Kami belum selesai 100 persen melakukan pendataan sapi dan ternak, sebab terakhir pedataan tanggal 30 Juni 2011, dan petugas kami dilapangan masih terus melakukan pendataan. Dan angka ternak sapi dan kerbau tersebut bisa bertambah,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )