Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-05-2014
  • 469 Kali

Bulan April, Kabupaten Sumenep Mengalami Deflasi 0,59 persen

News Room, Senin ( 05/05 ) Pada bulan April 2014, Sumenep mengalami deflasi sebesar 0,59 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,74 persen. Deflasi Sumenep ini diatas Nasional yang mencapai 0,02 persen; sedangkan Jawa Timur mengalami Inflasi sebesar 0,01 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, menjelaskan, deflasi pada bulan April 2014 di Sumenep ini sebesar 0,59 persen, tertinggi dibandingkan 5 kota lainnya di Jawa Timur, yakni Madiun, Banyuwangi, Kediri, Probolinggo, dan Malang. “Untuk Madiun deflasinya sebesar 0,33 persen, Banyuwangi 0,25 persen, Kediri 0,23 persen, Probolinggo 0,14 persen, dan Malang 0,13 persen. Sedangkan 2 kota lainnya, seperti Surabaya mengalami Inflasi sebesar 0,17 persen, dan Jember 0,01 persen,”kata Suparno, Senin (05/05). Ia mengungkapkan, deflasi ini terjadi karena adanya harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok pengeluaran, bahan makanan sebesar 3,78 persen. “Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada April 2014, meliputi beras, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, jeruk, emas perhiasan, wortel, daging ayam ras, bandeng, cakalan, kentang, dan anggur. Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi pada April 2014 kemarin, adalah kelompok bahan makanan 0,98 persen,“ungkapnya. Selain itu, kata Suparno, kelompok yang mengalami kenaikan harga, adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,68 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,16 persen. “Bahkan, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok sandang 0,01 persen; kelompok kesehatan 0,29 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,78 persen; dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen,”terangnya. Suparno menuturkan, untuk tingkat inflasi tahun kalender Sumenep bulan April 2014 sebesar 1,03 persen, dibawah Jawa Timur yang mencapai 1,59 persen dan Nasional 1,39 persen. “Sementara tingkat Inflasi tahun ke tahun (April 2014 terhadap April 2013) sebesar 5,87 persen, Jawa Timur 6,75 persen, dan Nasional sebesar 7,25 persen,”pungkasnya. ( Nita, Esha )