Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-08-2017
  • 722 Kali

Bupati : Jaga Persatuan Dan Kestuan Untuk Keutuhan NKRI

Media Center, Selasa ( 01/08 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, bangsa Indonesia mengalami banyak ujian yang cukup mengganggu, terutama tentang ideologi bangsa Indonesia. Saat ini, ada pihak-pihak yang menebarkan paham-paham yang ingin merongrong dan mengganti ideologi Pancasila, karena itu diharapkan semua elemen masyarakat untuk mengajak orang-orang yang mencoba merubah ideologi bangsa, agar kembali ke Pancasila.

“Paham-paham yang tidak mau dengan Pancasila sudah masuk di mana-mana, ini sesuatu yang tidak boleh kita biarkan begitu saja, dan perlu kekompokan kita semua dengan cara bijaksana untuk memberikan pemahaman dengan mengembalikan mereka kepada ideologi Pancasila,” kata Bupati saat acara peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke 14 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 45 di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Selasa (01/08).

Bupati menyatakan, masyarakat Sumenep wajib menjaga keutuhan NKRI dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarat. Karena, apabila bangsa Indonesia pecah terberai-berai, masyarakat yang merasakan dampak kerugiannya, sehingga kewajiban bersama untuk menjaga NKRI dan Pancasila dari kelompok yang ingin menghancurkannya.

“Kita wajib maspada untuk menjaga bangsa Indonesia, bahkan di era kemerdekaan ini, mari bersama-sama melakukan pembangunan di segala bidang untuk bangsa dan negara,”tegas Bupati.

Bupati menambahkan, masyarakat juga membangun gotong-royong dalam kehidupannya sehari-hari, karena dengan gotong-royong bisa membangun persatuan dan kesatuan.

“Gotong-royong mulai terkikis di kehidupan kita, padahal masyarakat dahulu selalu membudayakan gotong-royong dalam bermasyarakat. Untuk itu, kita bangkitkan kembali ruh semangat gotong-royong, demi tercipta persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat,”pungkasnya. ( Yasik,Esha )