Media Center, Kamis ( 10/05 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menyambut baik pelaksanaan pameran pendidikan tahun ini, sebab dalam penyelenggaraan pameran pendidikan itu, digelar berbagai lomba bernuansa budaya dan kearifan lokal masyarakat Sumenep.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pihaknya mengapresiasi pelaksanaan pameran pendidikan yang menggelar berbagai lomba budaya dan kearifan lokal masyarakat Sumenep.
Alasannya inovasi budaya asing telah berhasil mempengaruhi anak-anak muda yang bisa terlihat dari prilaku dan gaya hidup anak muda saat ini, telah terkontaminasi budaya asing.
“Melalui lomba budaya di pameran pendidikan sebagai sarana untuk melestarikan dan sosialisasi keragaman budaya dan kearifan lokal kepada siswa, sehingga dengan lomba yang dilaksanakan membangun kesadaran masyarakat untuk mempertahankan budaya dan kearifan lokal agar tetap eksis dan berkembang di era apapun.” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat membuka Pameran Pendidikan memperingati Hari Pendidikan Nasional 2018, di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Kamis (10/05).
Bupati menyatakan, lembaga pendidikan masyarakat harus memelihara dan mempertahankan budaya dan kearifan lokal, sebab tidak ada negara yang maju tanpa mempertahankan budaya-nya sendiri.
“Bagaimanapun juga kita harus mempertahankan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sumenep, sebab negara yang maju tidak lepas dari budaya-nya sendiri. Karena itu, kita heran ketika kita masih dalam negara berkembang budaya dan kearifan lokal masyarakat hampir tergerus.” tutur Bupati dua periode ini.
Karena itu, Bupati berharap, lembaga pendidikan baik itu Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), mampu mengembangkan potensi kreatifitas dan inovasi siswa.
"Sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi seluruh siswa, baik potensi akademisi maupun non akademisi, dan salah satu upaya itu dengan memfasilitasi siswa berkompetisi dalam berbagai pameran, lomba budaya dan kearifan lokal di Pameran Pendidikan ini.” imbuhnya.
Bupati mengungkapkan, pameran pendidikan ini, juga untuk meningkatkan sinergitas lembaga pendidikan dengan orang tua siswa dan masyarakat, dalam rangka memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa guna mengembangkan kreatifitas dan inovasinya.
“Pameran pendidikan yang menampilkan karya siswa, diharapkan masyarakat mengetahui apa saja yang telah dilakukan lembaga pendidikan dan siswanya selama ini.” pungkasnya.
Lomba budaya dan kearifan lokal yang diadakan pada Pameran Pendidikan tahun ini yakni Lomba Dunggeng Bahasa Madura, Lomba Pidato Bahasa Madura dan Lomba Tan-Pangantanan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Ach. Sadik menambahkan, peserta Pameran Pendidikan sebanyak 50 stand, rinciannya yakni SMP Negeri sebanyak 26 dan koordinator pelaksana pendidikan kecamatan 18 koordinator kecamatan daratan termasuk 4 bidang, Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dan sekretaris di Dinas Pendidikan.
“Pelaksanaannya mulai tangal 10 hingga 12 Mei di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Kami memberikan hadiah dan piagam kepada juara dengan total hadiah sebesar Rp. 50.000.000,-“ tambahnya. ( Yasik, Fer )