Media Center, Kamis (02/07) Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Kabupaten Sumenep terus mendorong penguatan kapasitas para dai agar mampu
menjawab tantangan dakwah di era digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui
kegiatan Sekolah Dakwah bertema "Personal Branding untuk Tokoh Agama:
Mengemas Pesan Dakwah yang Relevan bagi Generasi Z" yang digelar di Aula
Al-Ikhlas, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Kamis (02/07/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Komisi Pendidikan,
Kaderisasi, dan Pengkajian MUI Kabupaten Sumenep itu diikuti sebanyak 65
peserta yang terdiri atas dai dan daiyah dari MUI kecamatan se-Kabupaten
Sumenep, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan, serta organisasi
keagamaan di Kabupaten Sumenep.
Ketua Panitia yang juga Sekretaris Umum MUI Kabupaten
Sumenep, H. Musthafa, menjelaskan bahwa Sekolah Dakwah diselenggarakan sebagai
ikhtiar meningkatkan kualitas dakwah agar selaras dengan perkembangan zaman,
khususnya dalam menjangkau Generasi Z yang memiliki karakter komunikasi berbeda
dengan generasi sebelumnya.
"Program Sekolah Dakwah ini merupakan salah satu agenda
Komisi Pendidikan, Kaderisasi, dan Pengkajian MUI Sumenep. Kami ingin para dai
mampu menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan teknologi dan karakter
sasaran dakwah, khususnya Generasi Z," ujarnya kepada Media Center Diskominfo
Sumenep.
Menurutnya, kemampuan menyampaikan pesan keagamaan tidak
lagi cukup hanya menguasai materi, tetapi juga membutuhkan strategi komunikasi
yang tepat agar nilai-nilai Islam dapat diterima dengan baik oleh generasi
muda.
"Harapan kami, para peserta mendapatkan wawasan baru
sehingga dakwah yang dilakukan semakin efektif, relevan, dan mampu menjawab
kebutuhan masyarakat di era digital," tambah H. Musthafa.
Terpisah, Ketua Umum MUI Kabupaten Sumenep KH. Moh. Shaleh
Abdurahman, saat membuka kegiatan berharap seluruh rangkaian Sekolah Dakwah
membawa manfaat bagi para peserta dan menjadi bekal dalam menjalankan tugas
dakwah di tengah masyarakat.
"Semoga pertemuan ini membawa barokah. Kami berharap
para narasumber dapat memberikan ilmu seluas-luasnya dan seluruh peserta mampu
mengambil hikmah serta mengimplementasikannya dalam aktivitas dakwah,"
tuturnya.
Sekolah Dakwah menghadirkan dua narasumber dengan perspektif
yang saling melengkapi. Ketua HIMPSI Cabang Sumenep, Dr. K. Zamzami Sabiq,
memaparkan materi mengenai memahami lanskap komunikasi psikologis Generasi Z,
termasuk karakter, pola pikir, dan pendekatan komunikasi yang efektif dalam
menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada generasi digital.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Sumenep, H Abdul Wasid, membawakan materi tentang strategi membangun personal
branding bagi dai dan mubaligh. Ia menekankan pentingnya membangun citra diri
yang autentik, kredibel, dan adaptif agar pesan dakwah memiliki daya jangkau
yang lebih luas serta mampu memberikan pengaruh positif di tengah perkembangan
media digital.
(Miko, Han)