News room, Selasa ( 15/01 ) Bupati Sumenep, KH. A Busyro Karim, M.Si menekankan kepada para siswa penerima bantuan pendidikan untuk mempergunakan kebutuhan yang realistik untuk kepentingan pendididkan. Jangan sampai mempergunakan untuk keperluan diluar kepentingan pendidikan siswa. Misalnya bantuan tersebut tidak boleh dipergunakan untuk membeli hand phone (HP). Hal tersebut ditegaskan Bupati pada penyerahan dana bantuan sosial bagi siswa miskin potensial untuk biaya hidup dalam melaksanakan pendididikan dan peningkatan mutu pendidikan SMPN 1 RSBI Sumenep dan SMAN 1 RSBI Sumenep, di Aula Ki Hajar Dewantara, Selasa (15/01). “Jadi, melalui bantuan pendidikan tersebut, harus betul-betul dipergunakan untuk kepentingan menuntut ilmu pendidikan,”ujarnya. Menurut Bupati, diharapkan melalui dana bantuan sosial tersebut pada siswa miskin yang memiliki potensi terus bisa mengembangkan kemampuannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Meskipun pada kenyataannya anak pintar bukan karena kaya dan miskin Namun, mau atau tidak siswa untuk terus meningkatkan pengetahuannya. Bahkan Bupati mencontohkan, di Kabupaten Sumenep ada siswa miskin, karena kemauan dan keuletannya dalam belajar, yang bersangkutan bisa berhasil meraih prestasi tingkat internasional di Beijing-China. Ditambahkan, angka siswa melanjutkan dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 93,09. Sedangkan, lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya mencapai 75 persen. Mayoritas siswa yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya ke tingkat perguruan tinggi, karena faktor kesulitan ekonomi. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, M.Si menjelaskan, pemberian bantuan sosial bagi siswa potensial diserahkan kepada 52 siswa SMAN I Sumenep, dan 45 siswa SMPN 1 Sumenep. Dengan besar bantuan per-siswa Rp. 4.300.000,00 untuk biaya hidup selama 6 bulan. Sedangkan bantuan untuk biaya pendidikan bagi siswa SMA sebesar Rp. 3.600.000,00, dan untuk siswa SMP sebesar Rp. 1.200.000,00. “Kami berharap kepada pihak sekolah untuk mengawasi bantuan sosial tersebut, termasuk orang tua siswa. Dan kami akan lakukan evaluasi untuk perkembangan siswa setelah menerima bantuan tersebut,”tambahnya. ( Ren, Esha )