Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-02-2019
  • 407 Kali

Bupati Sumenep Buka TMMD Ke-104 Di Kecamatan Batuputih

Media Center, Selasa ( 26/02 ) Kodim 0827 Sumenep melaksanakan upacara pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 tahun 2019 di Lapangan Renteng, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih. Pembukaan TMMD itu ditandai dengan penyerahan TMMD ke-104 Tahun 2019, Penandatanganan Program TMMD, dan Laporan resmi TMMD ke-104, serta penyematan tanda peserta TMMD dan penyerahan alat kerja TMMD secara simbolis, berupa cangkul dan sekop.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, TMMD merupakan bentuk pengejawantahan kemanunggalan TNI dan rakyat, sehingga TNI tidak bisa dipisahkan dengan rakyat, apalagi sejarah panjang kemanunggalan itu mulai sejak jaman perjuangan meraih kemerdekaan hingga saat ini.

“Pelaksanaan kegiatan TMMD merupakan salah satu program pembangunan yang mempunyai sejarah sangat panjang dalam pelaksanaannya,” tegas Bupati ketika bertindak sebagai Inspektur Upacara saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur, Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Ia menyatakan, program TMMD merupakan lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, Kementerian, lembaga pemerintah non kementerian dan pemerintah daerah, serta semua lapisan masyarakat, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memantapkan wawasan kebangsaan dan menjaga persatuan dan kesatuan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

“Pada era pembangunan saat ini, kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui program TMMD merupakan sebuah sinergi yang kuat, secara bersama-sama dengan pemerintah, baik Provinsi maupun Kabupaten dalam rangka memperluas dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat pada umumnya, dan masyarakat Jawa Timur khususnya,” imbuhnya.

Dia berharap program TMMD membantu meningkatkan percepatan pencapaian target pembangunan melalui pemberdayaan ekonomi daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan menurunkan angka kemiskinan. Bahkan, TMMD melalui beberapa kegiatannya juga mampu menjadi pemicu kesadaran masyarakat tentang Wawasan Kebangsaan, bela negara dan upaya-upaya pencegahan paham radikalisme di Desa.

“TMMD bukan semata-mata membangun sarana fisik bagi masyarakat Desa, melainkan juga menumbuhkan semangat percaya diri masyarakat, agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi,”tuturnya.

Bupati menyampaikan, tantangan saat ini sudah tidak berbentuk imperialisme asing, melainkan hilangnya batas teritorial sebuah negara, dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi, seakan tidak lagi berbatas dengan negara lain.

“Melalui program TMMD ini, diharapkan pula menjadi salah satu upaya membangun persaingan diri masyarakat dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Infanteri Sudaryanto, Dandim 0827 Sumenep, Letkol Inf. Ato Sudiatna, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, dan Forkopimda Kabupaten Sumenep. ( Yasik, Esha )