Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-07-2018
  • 1370 Kali

Bupati Sumenep: Kami Ingin Kembangkan Budidaya Ayam Bekisar Di Pulau Cukir

Media Center, Minggu ( 22/07 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep memprogramkan pengembangan budidaya ayam bekisar, dalam rangka melestarikan populasi dan konservasi sebagai hewan khas Sumenep.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pihaknya merencanakan program khusus untuk pengembangan budidaya ayam bekisar, sebab saat ini, budidaya ayam bekisar di Sumenep mulai berkurang.

Padahal ayam bekisar ini merupakan salah satu hewan khas Sumenep yang berasal dari Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean) dan telah menjadi maskot Jawa Timur. Karena itu, pemerintah daerah harus menggairahkan kembali geliat masyarakat membudidayakan ayam bekisar.

“Saya sudah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membuat program pengembangan budidaya ayam bekisar khususnya di Pulau Kangean (Kecamatan Arjasa dan Kangayan) dengan melibatkan masyarakat setempat. Sebab, penangkaran ayam bekisar sudah berkurang, bahkan informasinya saat ini, budidaya ayam bekisar di Pulau Bali, meskipun induk asli ayam bekisarnya dari Pulau Kangean.” tegas Bupati di sela-sela Kontes Ayam Bekisar Tingkat Nasional 2018 di GOR A. Yani Pangligur Sumenep, Minggu (22/07).

Bupati menyatakan, untuk menghidupkan kembali gairah masyarakat memiliki dan memelihara ayam bekisar, telah mengagendakan agar setiap Kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sumenep memelihara ayam bekisar. Mengingat ayam bekisar itu merupakan maskot Provinsi Jawa Timur.

“Bahkan saya dengan Wakil Bupati Achmad Fauzi juga merencanakan untuk memamerkan ayam bekisar pada Festival Keraton dan Masyarakat Adat se-ASEAN Ke-V di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Oktober mendatang yang rencananya dihadiri langsung oleh Presiden RI.” tuturnya.

Ayam bekisar merupakan hasil persilangan antara ayam hutan dengan ayam kampung, dari hasil persilangan inilah disebut ayam bekisar yang memiliki suara sangat bagus dan bulunya sangat indah.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Sufiyanto SE, M.Si, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada masyarakat di Pulau Kangean, supaya menghidupkan kembali budidaya ayam bekisar.

“Saya sudah mengumpulkan penangkar ayam bekisar, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pihak Kecamatan agar mengembangkan budidaya ayam bekisar demi menjaga kelestarian populasi dan konservasinya.” tandasnya.

Sufiyanto mengakui masyarakat Pulau Kangean merespon baik keinginan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali budidaya ayam bekisar, bahkan di Pulau Kangean diprogramkan setiap Minggu ada kontes ayam bekisar, sebagai upaya merangsang masyarakat membudidayakan ayam bekisar.

“Kami melakukan pendataan kepada penangkar ayam bekisar dengan bantuan Bapak Fauzi seorang tokoh penangkar ayam bekisar sejak dulu. Saat ini sebanyak 30 penangkar ayam bekisar yang telah bersedia untuk membudidayakan ayam bekisar di desanya.” pungkasnya.

Sementara itu peserta Kontes Ayam Bekisar Tingkat Nasional 2018 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama pecinta ayam bekisar setempat sebanyak 214 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya Bogor, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Madura. ( Yasik, Fer )