Media Center, Selasa ( 14/02 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, berharap dengan adanya kerjasama Telkom bersama Pemkab Sumenep untuk membangun desa, diharapkan tidak hanya menjadi jargon saja, namun harus bisa dibuktikan. Apalagi Kabupaten Sumenep memang memiliki salah satu visi yakni membangun desa menata kota.
“Apalagi saat ini perhatian pemerintah pusat hingga Kabupaten/Kota di Indonesia sudah memberikan kucuran dana ke desa cukup besar, setelah adanya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa.” ungkap Bupati saat menghadiri acara Telkom Bersama Sumenep Membangun Desa di Kantor Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Selasa (14/02).
Dikatakan, meskipun Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) sudah besar yang masuk ke desa, namun tetap harus diimbangi dengan kerja keras dan kerja cerdas khususnya oleh para pimpinan di desa. Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi seperti internet saat ini dalam bekerja tidak hanya mengandalkan otot, namun juga perlu otak.
“Jika hanya pakai otot pekerjaan akan lama, namun dengan kerja otak bisa dilakukan dengan efektif dan efisien.” tandasnya.
Karena itu, Bupati berharap khususnya kepada para Kepala Desa serta Camat untuk betul-betul bisa menggunakan dan memanfaatkan teknologi dengan baik. Karena, teknologi internet saat ini bukan kebutuhan mewah lagi, namun sudah menjadi suatu kebutuhan. Karena dalam pengelolaan keuangan dan semacamnya sudah harus menggunakan teknologi dan informasi yang ada.
Sebagai pimpinan masyarakat harus tahu teknologi, karena jika tidak maka akan tergilas. Karena masyarakat saat ini juga sudah mulai melek informasi.
Meskipun diakui, dengan kemajuan teknologi, juga menjadi tantangan. Karena teknologi jika tidak digunakan kepada hal yang positif akan membahayakan.
Sementara, Camat Rubaru, Drs. Arif Santoso, menjelaskan dengan kerjasama tersebut pihaknya menargetkan tahun 2018 nanti di Kecamatan Rubaru sudah melaksanakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) online lewat BLC. Dan tentunya, sebelumnya diberikan pelatihan bagi opretornya.
“Sehingga, semua program dan kegiatan di desa bisa terbuka dan diakses semua pihak dalam sistem online semacam ini,” ungkapnya. ( Ren, Fer )