Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-07-2014
  • 413 Kali

Bupati Sumenep Serahkan Zakat Fitrah Secara Simbolis

News Room, Senin ( 21/07 ) Zakat merupakan satu-satunya rukun Islam yang tidak saja merupakan ibadah ritual semata, tetapi juga mempunyai dampak ekonomi dan sosial yang sangat luas. Hingga para ulama sepanjang sejarah telah membahas masalah zakat dengan panjang lebar, serta mengupayakan cara terbaik untuk mengoptimalkan mobilisasi dan penggunaan potensi dana umat ini. Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si, pada acara penyaluran zakat fitrah yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Sumenep Tahun 1435 H/2014 M, di Gedung KORPRI Sumenep, yang pemberiannya diberikan secara simbolis oleh Bupati, Senin (21/07). Bupati juga memaparkan berkaitan dengan perlunya berzakat menurut para Ulama, yakni setidaknya ada 4 sebab mengapa kita perlu berzkat. Yang pertama kewajiban zakat adalah perintah Allah SWT, lebih dari 120 kesempatan Allah mengulang-ulang kewajiban zakat dalam Al-Quran. “Dimana juga digandengkan dengan kewajiban shalat, hari qiyamah dan terkadang dengan bukti amal shaleh,”jelasnya. Kedua, zakat adalah bukti ke-Islaman kita. bahkan zakat adalah rukun atau pilar yang tidak akan tegak bangun ke-Islaman seseorang, sebelum menunaikan zakat. Karena zakat adalah simbol ibadah dalam dua aspek, yakni hablum minallah dan hablum minan nash. Kemudian tetiga, zakat adalah tanda syukur atas segala karunia yang telah diberikan Allah kepada kita. Baik itu karunia hidup, anugerah mata, kemampuan mendengar, kemampuan merasa, maupun anugerah pasangan hidup. Sebagai tanda syukur, maka zakat sejatinya adalah rasa berbagi kita dengan sesama. Sedangkan keempat, zakat itu harus ada dan mutlak diperlukan, karena tidak semua orang mampu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Adalah fitrah Ilahi, bahwa ada sebagian dari kita ada yang berpenghasilan tinggi, sementara ada sebagian yang lain bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. ”Untuk itulah, saya berharap, agar penyaluran zakat ini membuka mata hati kita, bahwa diluar sana, masih banyak saudara-saudara kita yang memerlukan kebaikan dan kerendahan hati kita,”tambahnya. ( Ren, Esha )