News Room, Senin ( 31/10 ) Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si menegaskan, pelaksanaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep Ke-747 tahun ini sengaja dikonsep lebih meriah dari perayaan tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep pada acara Prosesi Budaya Hari Jadi Kabupaten Sumenep Ke-747 di Depan Masjid Agung Sumenep, Minggu (30/10).
Menurutnya dengan jargon The Soul Of Madura merupakan bukti bahwa ujung timur pulau garam ini sangat menghargai budaya, termasuk mempertahankan cagar budaya yang telah ada.
“Salah satu budaya yang masih dipertahankan adalah "Taniyan Lanjeng" yang merupakan identitas filosofi Kabupaten Sumenep. Taniyan Lanjeng memiliki arti kebersamaan, kekompakan dan kebersatuan masyarakat,” ungkapnya.
Dikatakan pula, jika Pemkab Sumenep menargetkan jumlah pengunjung di tahun 2018 mendatang akan tembus di angka 1 juta wisatawan. Dan pihaknya sangat optimis target tersebut akan tercapai. Karena Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan tradisi, seni budaya, dan Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten setempat, seperti Pulau Giliyang yang memiliki kemurnian oksigen tertinggi nomor dua di dunia.
Karena itu, sangat mubazir jika SDA, kesenian, dan tradisi itu tidak dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu, pihaknya akan memperjuangkan infrastruktur agar target 1 juta wisatawan masuk ke Kabupaten Sumenep tercapai.
Dijelaskan pula, dengan Pengambilan tema "Bangun Desa Nata Kota" itu mempunyai makna keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membangun seluruh Desa dan Menata Kota untuk lebih bagus dan indah.
“Tema ini untuk memperkokoh kesatuan dan kebersamaan masyarakat Sumenep dengan perlakuan yang sama antara Desa dan Kota,” tandasnya.
Sementara itu sebelum rombongan kirab budaya berkeliling Kota Sumenep, mempersembahkan aksi terlebih dulu, mulai dari Tari Pangestoh sebagai lambang penghormatan terhadap pangeran Arya Wiraraja dan Tari Muang Sangkal dengan melibatkan 500 pelajar.
Selanjutnya dilakukan aksi drama kolosal Sumenep tempo dulu juga diperagakan dengan adegan Prabu Arya Wiraraja yang sedang melantik Adipati. Setelah itu, Arya Wiraraja menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Bupati Sumenep. Selanjutnya dilakukan kirap yang disambung dengan peserta Karnaval Budaya Kwarcab Sumenep dan Pawai Budaya dari masing-masing SKPD, BUMN, BUMD dan Kecamatan. ( Ren, Fer )