News Room, Kamis ( 05/06 ) Untuk mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan kendaraan bermotor (ranmor) bodong di kepulauan Kangean yang hampir menyeret anggota DPRD Sumenep, Hanafi ke jalur hukum, terkait komentar di salah satu radio di Sumenep, bahwa maraknya ranmor bodong di Kangean itu akibat adanya oknum polisi yang bermain. Karena itu, sejumlah tokoh masyarakat kepulauan Kangean dan Ketua DPRD Sumenep, diundang Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Darmawan. “Hasil pertemuan itu, kita sepakati untuk sementara waktu calling down dulu, sambil menunggu jumlah pendataan ranmor yang sebenarnya,†kata Kapolres kepada sejumlah wartawan, Kamis siang (05/06), usai melakukan tatap muka dengan Tokoh Masyarakat (Tomas) Kangean dan Ketua DPRD Sumenep, diruangannya. Kapolres menyatakan, akan mencoba menyelesaikan persoalan ranmor bodong di kepulauan itu, agar tidak menjadi persoalan aparat kepolisian saja, tapi akan ditarik menjadi persoalan Kabupaten Sumenep. “Kita akan koordinasi dengan Bupati Sumenep KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM dan melaporkan data riil kepada Kapolda dan Kapolwil,†terangnya. Kapolres menambahkan, saat ini memang belum ada kebijakan apapun, namun dengan langkah yang dilakukan Polres Sumenep dalam penertiban ranmor bodong itu, sudah menjadi bukti, kalau ranmor bodong di kepulauan Kangean memang ada, meskipun hasil masih tergolong kecil. “Kendalanya sangat besar, karena kita belum mengetahui berapa jumlah ranmor di Kangean. Padahal, kita sudah berupaya untuk meminta konfirmasi masing-masing Kepala Desa, tapi mereka belum berani mengatakan jumlahnya,†ujarnya. Kapolres mengaku, kalau operasi itu dipaksakan hanya dengan mengerahkan kekuatan dari Polres saja, niscaya akan bisa diselesaikan. Karena itu, persoalan tersebut perlu ditarik ke Polda dan Polwil, tapi bukan berarti akan ada operasi. “Kita akan laporkan situasi dulu, makanya melibatkan Bupati dan Ketua DPRD Sumenep, untuk mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan kasus ini,†tegasnya. Kapolres menjelaskan, operasi ranmor bodong itu dipastikan tidak akan hanya dilakukan di kepulauan Kangean saja, tapi juga akan dilaksanakan di seluruh kepulauan Kabupaten Sumenep.( Nita, Esha )