News Room, Rabu ( 12/01 ) Cuaca buruk yang terjadi dalam pekan ini telah mengganggu kegiatan para nelayan di Kecamatan Gayam, para nelayan tidak berani melaut karena ombak besar dan cuaca buruk dikhawatikan mengancam keselamatan mereka apabila memaksakan untuk melaut. Keadana tersebut diperparah dengan langkanya stok solar dan minyak tanah akibat jalur transportasi Sumenep-Sapudi lumpuh, yang berdampak terhadap pasokan BBM kewilayah kepulauan. Menurut Mansyur, salah seorang nelayan dari Desa Gayam Kecamatan Gayam, hampir 1 minggu ini dirinya bersama para nelayan yang lain menghentikan kegiatan menangkap ikan, karena besarnya ombak dan diperparah oleh cuaca yang semakin buruk, serta langkanya solar dan minyak tanah. “Ombak saat ini cukup besar, sehingga kami menghentikan sementara kegiatan melaut kami hingga cuaca membaik,”tegasnya. Selama tidak melaut, dirinya bersama nelayan yang lain memperbaiki perahu dan jaring yang rusak, agar dapat dipergunakan kembali saat cuaca sudah kembali bersahabat, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, para nelayan beralih profesi sebagai pekerja di industri pembuatan krupuk. Meskipun hasilnya tidak begitu memuaskan, para nelayan terpaksa menjalani profesi tersebut agar dapat mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari, karena itu Mansyur dan para nelayan yang lain berharap cuaca segera membaik, agar dirinya bisa melaut kembali. “Semoga cuaca buruk ini segera berakhir, sehingga kami bisa melaut kembali,”tegas Mansyur. ( JuP-31,Gun )