Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-06-2011
  • 1008 Kali

Cuaca Panas Petani Garam Mulai Lega

News Room, Jumat ( 24/06 ) Cuaca panas dalam beberapa minggu ini membuat para petani garam di Sumenep sedikit bernafas lega. Setidaknya, jika kondisi itu terus bertahan beberapa bulan kedepan dipastikan para petani garam bisa menghasilkan garam dengan baik. Sebab, dalam beberapa bulan sebelumnya, karena seringnya hujan dan cuaca yang kurang baik, menjadikan petani berkali-kali harus gigit jari. Sebab, selama musim hujan tidak menentu, masa panen sering gagal karena keburu diserbu hujan. “Syukurlah, para petani garam khususnya di Desa Karang Anyar dan Pinggir Papas sudah ada yang panen beberapa kali,”ujar H. Suwarno, selaku Ketua Paguyuban Petani Garam di Desa Karang Anyar. Dijelaskan, meskipun seringkali petani garam harus bolak-balik merugi, namun tekat petani garam, khususnya di Desa Karang Anyar dan Pinggir Papas terus pantang menyerah. Sebab, itulah penghasilan satu-satunya yang bisa dilakukan sebagian besar masyarakat di 2 Desa tersebut. Karena itu, H. Suwarno berharap kepada instansi terkait, seperti Disperindag dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, bisa memberikan pembinaan dan merespon aspirasi petani garam rakyat di Sumenep dengan baik. Karena, selama ini seringkali terkendala dengan permainan harga kepada petani garam rakyat. Padahal, produksi garam rakyat, khususnya dari Sumenep cukup banyak memberikan kontribusi bagi ketersediaan Stok Garam Nasional (SGN). Karena itu, perhatian terhadap petani garam rakyat perlu menjadi catatan khusus. Yakni, bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan petani garam rakyat. Misalnya dengan memberikan sentuhan bantuan modal usaha dan sebagainya. Disamping itu dengan adanya kredit usaha rakyat (KUR) yang digelontorkan melalui beberapa Bank Pemerintah untuk membantu masyarakat melalui kredit tanpa agunan, hingga saat ini belum menyentuh kepada petani garam. Sementara bantuan kepada petani garam yang merupakan program dari pusat masih menunggu proses dan verifikasi. Sementara saat ini kebutuhan petani garam sudah saatnya melaksanakan kegiatan rutinitas. Sehingga, jika masih harus menunggu terlalu lama khawatir justru kurang tepat penggunaannya. ( Ren, Fery )