Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-01-2011
  • 595 Kali

Dampak Perubahan Iklim, Antisipasi Hama Tanaman

News Room, Jum’at ( 21/01 ) Menindak lanjuti instruksi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Timur memghimbau seluruh penyuluh pertanian yang ada di Kabupaten untuk melaksanakan berbagai hal penanggulangan berbagai macam penyakit tanaman, sehingga pencapaian produksi pertanian 2011 tetap susuai yang diharapkan. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Populasi Hama dan Penyakit Tumbuhan (PHPT) Dinas Pertanian Jawa Timur di Sumenep, Kasmulan Danoko, SP ketika ditemui News Room di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumenep tadi siang. “Serangan OPT akhir-akhir ini cendrung meningkat, sehingga menyebabkan penurunan produksi. Karena itu, perlu terus dilakukan upaya, agar tidak sampai mengganggu pencapaian produksi 2011,”ujarnya. Hal tersebut dalam rangka upaya antisipasi terhadap hama yang membawa dampak karena perubahan iklim yang terjadi saat ini. Seperti halnya hama wereng coklat, penggerek batang padi, penyakit tungro dan blas. Karena itu, perlu terus dilakukan kawalan ketat dalam mewaspadai adanya peningkatan intensitas serangan hama, memperbanyak konsultasi dan konsolidasi para PHTP dengan gerakan pengendalian dan penyuluhan serangan lanjutan dengan prinsip penyerapan pengendalian hama terpadu (PPHT). Sementara, berdasarkan hasil evaluasi terhadap populasi hama tanaman di Sumenep, yakni hama blas mencapai 82,6, komonas 252,2, tikus 27,75, tungru 78, penggerek batang 6, bercak bergaris 23, lalat bibit 75, dan jagung bule 124,7. “Kami berupaya terus bersama petugas PHTP dan penyuluh di masing-masing Kecamatan untuk terus meminimalkan dampak hama tersebut,”pungkasnya. ( Ren, Esha )