Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-06-2011
  • 582 Kali

Demo Penutupan Pelra Di Sumenep Nyaris Bentrok

News Room, Rabu ( 22/06 ) Aksi penutupan Pelabuhan Rakyat (Pelra) di Kecamatan Kalianget, Sumenep, yang dilakukan puluhan warga setempat, pada Rabu (22/06) pagi, nyaris bentrok. Hal itu dipicu, saat pendemo hendak menutup pintu masuk Pelra menggunakan kayu besar. Namun, belum sempat meluncurkan aksinya, tiba-tiba ratusan massa pro Pelra menghadangnya. Kontan terjadi cek cok mulut dan nyaris bentrok. Beruntung, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kalianget sigap, dengan melerai dua kubu yang sedang bersitegang tersebut. Korlap Aksi pendemo kontra, Syarkawi menjelaskan, tindakan penutupan Pelra sebagai bentuk protes terhadap Pimpinan Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget, yang tidak kunjung mengindahkan permintaannya, untuk menutup pelabuhan rakyat tersebut. “Sudah kesekian kalinya kami melakukan aksi demo, tapi tidak diindahkan. Bahkan, pungutan di pelra ini kian meningkat,” kata Syarkawi, saat berorasi didepan Pelra Kalianget, Sumenep, Rabu (22/06). Syarkawi mengemukakan, sebelum turun langsung ke pelra ini, pihaknya sudah melakukan aksi didepan Kantor Adpel Kalianget, namun tidak digubris oleh Kepala Adpel Kalianget, JA Turmanto. “Di depan Kantor Adpel Kalianget, kami mempertanyakan kenapa Pelra masih beroperasi dan melakukan pungutan, antara Rp. 30.000,00 hingga Rp. 50.000,00, terhadap angkutan maupun kapal. Ini masih proses hukum belum selesai, kenapa tidak ditutup sementara waktu,” terangnya. Karena tidak ada niat baik dari Kepala Adpel Kalianget, kata Syarkawi, pihaknya langsung bergeser ke Pelabuhan Rakyat, dengan maksud menutup paksa lokasi itu, dengan membentangkan kayu besar. “Tapi, dipintu masuk pelra justru kami dihadang oleh massa yang berpihak terhadap pengelola pelra tersebut,”ungkapnya. Setelah diberi pengertian oleh pimpinan Polsek Kalianget, akhirnya 2 kubu membubarkan diri secara baik, dengan mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. ( Nita, Esha )