Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-03-2012
  • 683 Kali

Demo Tolak Kenaikan BBM, Seorang Mahasiswa Pingsan

News Room, Senin ( 19/03 ) Sebanyak 80 aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, Senin (19/03) pagi, menggelar demo dengan jalan kaki dari Taman Adipura menuju depan gedung DPRD setempat. Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BMM), pada tanggal 1 April 2012 mendatang. Sambil membawa poster dan berorasi, mereka juga berusaha menerobos pintu pagar sebagai akses masuk gedung DPRD Sumenep, yang dijaga ketat apara kepolisian, karena permintaan para pendemo, agar Ketua DPRD Sumenep, KH. Imam Hasyim keluar, tak kunjung dipenuhi. Akibatnya terjadi aksi saling dorong, sehingga seorang pendemo bernama Saniman, mahasiswa STKIP Sumenep tiba-tiba ambruk. Dan, langsung digotong kepinggir keluar dari kerumunan pengunjuk rasa. Tak ingin kondisinya semakin parah, mahasiswa yang pingsan itu dilarikan ke rumah sakit. “Kami menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Sebab BBM bersubsidi adalah nyawa bagi kami. Apapun pertimbangannya, kami tetap menolak kenaikan harga BBM, karena akan semakin mempersulit perekonomian masyarakat,”teriak Satnawi, Korlap aksi PMII Sumenep, Senin (19/03). Menurutnya, rencana pemerintah menaikkan harga BBM tidak memihak terhadap kepentingan masyarakat. “Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) itu, bukan solusi melainkan meninabobokkan warga dikalangan bawah. Kami juga menolak BLSM tersebut,”terangnya. Aksi dorong antara pendemo dengan aparat kepolisian nyaris merobohkan pintu pagar DPRD Sumenep. Beruntung Ketua DPRD KH Imam Hasyim, segera keluar menemui mahasiswa. Aksi dorong pun langsung berhenti. Namun para mahasiswa belum puas, dan meminta Ketua DPRD menemui diluar pagar. Tak ingin membuat situasi kembali memanas, Imam Hasyim pun memilih keluar dari pagar untuk menemui mahasiwa. “Sejak awal, kami sebagai wakil rakyat selalu mendukung tuntutan rakyat, termasuk menolak kenaikan harga BBM. Atas nama lembaga, kami pun siap menandatangani surat pernyataan menolak rencana kenaikan harga BBM,” ungkapnya. Usai Ketua DPRD Sumenep menanda tangani pernyataan menolak kenaikan harga BBM, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. ( Nita, Esha )