Sumenep-Kominfo News Room : Di Kabupaten Sumenep hingga saat ini masih bebas dari penyakit flu burung (Avian Influenza), namun demikian harus tetap waspada, karena virus flu burung bisa terjadi kapan saja. Demikian ditegaskan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumenep, Ir. H. Jasmo, M.Si ketika memimpin rapat koordinasi penanganan penyakit Flu Burung di ruang kerjanya, Selasa (15/08) yang dihadiri Dinas terkait. Oleh karena itu menurut H. Jasmo, hal tersebut harus diantisipasi, agar tidak terjadi di Kabupaten Sumenep dengan melakukan langkah- langkah preventif seperti kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan pengambilan spacemen. Dan sebagai langkah awal telah dibentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Penyakit Flu Burung dengan Surat Keputusan Bupati Nomor : 188/17/KEP/435.013./2006 tanggal 11 Mei 2006 dengan maksud agar Tim tersebut meningkatkan langkah-langkah pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit Flu Burung di Kabupaten Sumenep. Sementara itu Kepala Kantor Peternakan Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Sutrisno menjelaskan, bahwa untuk menanggulangi terjadinya penyakit Flu Burung di Kabupaten Sumenep, pihaknya telah melakukan langkah-langkah sosialisasi dan pengambilan spacemen di Kecamatan Kota, Saronggi dan Bluto yang bekerjasama dengan Laboratorium Tuban, dan hasilnya ternyata negatif. Menurut Edy, dalam upaya mencegah terjadinya penyakit Flu Burung ada 5 prinsip dasar strategi operasional yang harus dilakukan, yaitu mencegah kontak antar hewan peka dengan virus AI, menghentikan produksi virus AI dengan unggas tertular, meningkatkan resistensi hewan, menghilangkan sumber penularan virus dan meningkatkan kesadaran masyarakat. ( Kh, Esha )