News Room, Senin ( 30/03 ) Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget, Sabtu malam (28/03) menggelar acara rokat pagan. Tradisi ini sebenarnya merupakan acara serumpun antara Desa Marengan, Kartasada, Karanganyar, dan Pinggirpapas.
“Cuma waktu pelaksanaannya tidak sama,” kata Salehoddin, Ketua Panitia Rokat dan Petik Laut Desa Karanganyar, pada News Room, Senin pagi (30/03).
Tradisi rokat pagan ini bagi nelayan yang mencari ikan dengan sistem pagan, yakni memancangkan bambu-bambu untuk menjerat ikan.
Pagan tersebut menurut Salehoddin tidak dijaga. Namun keesokan harinya baru para nelayan memeriksa hasil tangkapan ikan yang terjerat dalam pagan. “Jadi tidak menggunakan perahu,” tambahnya.
Rokat pagan tersebut masih akan ditutup pada hari Rabu malam (01/04) mendatang. Rokat tersebut akan ditutup dengan acara pertunjukan ludruk dari kelompok Rukun Karya dari Kecamatan Saronggi.
“Mestinya langsung malam Minggu kemarin, pas acara rokat. Tapi kelompok Ludruknya mentas di tempat lain,” pungkas Salehoddin.
Sementara Desa Pinggirpapas yang merupakan desa tetangga dari Karanganyar juga memiliki tradisi Rokat yang bernama Rokat Jaring.
“Ya sama pada hakekatnya dengan yang Karanganyar. Tapi kalau yang disini nelayan jaring dan menggunakan perahu,”jelas H. Obet, Kepala Desa Pinggirpapas pada media ini, siang tadi. ( Farhan, Esha )