News Room, Sabtu ( 12/12 ) Desa Tambaagung Tengah Kecamatan Ambunten, gagal menerima bantuan program Pembangunan Prasarana Transportasi Pedesaan (P2TP) dari pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sumenep, berupa pembuatan jalan makadam senilai Rp. 50 juta dengan volume 445 x 2,5 meter. Kepada News Room, Kepala Desa Tambaagung Tengah, H. Zainal Arifin dengan ungkapan kekecewaan yang mendalam mengatakan, informasi Desanya memperoleh bantuan P2TP itu berawal dari kunjungan Kasie PMD Kecamatan Ambunten beserta pendamping P2TP Kabupaten Sumenep pada tanggal 10 Agustus 2009 lalu ke Kantor Desa, dan menghimbau agar Kades segera mengadakan sosialisasi, serta membentuk kepanitiaan dengan susunan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Setelah dibentuk panitia, lanjut H. Zainal, bendahara secepatkan membuka rekening di Bank Jatim Cabang Sumenep. Karena informasi itu positif, maka pihaknya mengambil langkah cepat, dengan memasukkan material ke lokasi jalan yang akan dibangun, yakni di Dusn Tambaagung tembus ke Dusun Naikan. Hal itu dilakukan karena menghindari musim penghujan. Selanjutnya H. Zainal mengatakan, setelah pihaknya menunggu selama 2 bulan, pada tanggal 10 Oktober 2009, H. Sabenih, ST dari Dina PU Bina Marga Kabupaten Sumenep beserta Pendamping P2TP datang kepada pihaknya bahwa P2TP yang dilaksankan tersebut bukan di Desa Tambaagung Tengah tapi di Desa Tambaagung Timur, dengan alasan salah ketik. H. Zainal mengatakan, informasi pengalihan program tersebut ke Desa lain itu hampir terjadi konflik antar Desa, karena ditengarai adanya desakan dari salah seorang anggota DPRD Sumenep setelah di lobby oleh Kades Tambaagung Timur. Namun, warga masyarakat Desa Tambaagung Tengah tidak patah semangat, bahan material yang telah tersedia itu dibangun jalan makadam melalui swadya murni dengan menelan dan sebesar Rp. 35 juta. ( JuP-08, Esha )