Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-09-2006
  • 452 Kali

DHARMA WANITA MEMILIKI ANDIL YANG SANGAT PENTING DALAM PENUNTASAN WAJAR DIKDAS 9 TAHUN

Sumenep-Kominfo News Room : Guna memuluskan program pemerintah dalam rangka Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun, ternyata Dharma Wanita memiliki andil yang sangat penting, karena keberadaannya yang strategis dalam berinteraksi dengan masyarakat, khususnya ditingkat bawah. Ketua Pembina Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep Drg. Hj. Anwaril Komari Effendy mengatakan, Gubernur Jawa Timur, Imam Oetomo melalui surat edaran tertanggal 16 Mei 2006, menekakan anak berusia 7 sampai 15 tahun mengikuti dan menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun, bahkan Gubernur memerintahkan masing-masing daerah membentuk Tim untuk menelusuri dan pendataan anak berusia 7 sampai 15 tahun yang belum mengenyam pendidikan dasar 9 tahun sampai ketingkat RT dan RW. Dengan gerakan nasional percepatan penuntasan belajar 9 tahun ini tentu saja, mempunyai arti bahwa gerakan ini harus melibatkan semua komponen bangsa termasuk organisasi masyarakat, karena itu kata Anwaril Komari Effendy, ketika acara sosialisasi percepatan penuntasan wajar pendidikan dasar 9 tahun, di Sekretariat PPK Kabupaten Sumenep, Kami pagi (21/09). Dikatan Dharma Wanita sebagai salah satu oragnisai masyarakat selayaknya membantu pemerintah mensukseskan program itu, khususnya dalam memobilisator masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya minimal tingakt SMP dan sedrajat. Ditempat yang sama Ketua Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep, Ny. Hj. Zaitunah Ramdlan Siraj, ketika membacakan sambutan tertulis Ketua Pusat Dharma Wanita Persatuan, Ny. Ani Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, dengan sosialasi yang lebih cepat, efektif dan efisien baik dari tingkat nasional, Propinsi dan Kabupaten, diharapkan program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun sesuai dengan target. Terkait dengan program wajib belajar pendidikan 9 tahun yang harus tuntas pada tahun 2003-2004, ternyata tidak dapat terwujud, karena pada saat itu telah terjadi multi krisis yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Diungkapkan pula kegagalan menuntaskan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun itu, semua elemen bangsa bisa menyadari, agar lebih arif dan bijaksana. ( Yasik, Esha )