Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-01-2006
  • 533 Kali

Di Pantura, 8 Perahu Rusak

SELAIN banjir di wilayah hilir, khususnya di kawasan perkotaan, banjir juga terjadi pantura Kabupaten Pamekasan. Di Desa Tamberru, Kecamatan Batumarmar, sungai berdebet air tinggi yang dikirim dari dataran tinggi pada saat yang sama air laut dan mendorong air ke sungai. Akibatnya, debet air semakin tinggi dan di sungai terjadi pusaran air. Celakanya, pertemuan air sungai yang meninggi dengan air laut yang masuk ke sungai menyeret beberapa perahu yang diparkir di sungai. Tambatan perahu-perahu itu lepas. Akibatnya, perahu-perahu terhempas dan rusak. Informasi yang dihimpun koran ini dari tokoh pemuda Tamberru, Fauzi, sedikitnya ada delapan perahu rusak. Diantaranya, perahu milik M. Deli terhempas dan jaring ikan di dalam perahu terbawa arus. Selain itu, dua perahu milik Ma’oeddin, Sarijo, Zaenul, Khairul, sama’, Jumadin, dan Musleh. Menurut Fauzi, kerugian akibat lepasnya kendali perahu karena tak kuat menahan arus deras air sungai ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. "Tolong sampaikan ke pemerintah, di pantura mencekam dan perlu mendapat perhatian," katanya saat dikonfirmasi lewat telepon kemarin. Di tempat terpisah, anggota DPRD Pamekasan asal Tamberru, Baihaqi Bustamia, membenarkan kondisi mencekam. Dikatakan, sejak kecil hingga dirinya dewasa saat ini, baru dialaminya kondisi mencekam di wilayahnya. Salah satu pengasuh pesantren di pantura ini menyerukan kepada santri dan masyarakat di sekitarnya, agar keluar dari rumah dan berdoa bersama. Alasannya, angin keras, arus deras, dan gulungan awan hitam, mengingatkannya pada peristiwa tsunami di Aceh. "Kami juga ketakutan dan masyarakat berlindung di bawah mesjid," paparnya. Selain itu, luapan air juga terjadi di Proppo. Hulu sungai yang menghubungkan ke waduk Samiran Proppo meluap. Sementara bencana alam berupa bukit longsor, terjadi pula di Desa Sumber Waru Kecamatan Waru. Ustad Kholil SHI, tokoh muda berpengaruh di Sumber Waru kepada koran ini membenarkan ada bukit longsor sepanjang 800 meter. Akibat longsor ini, menimbulkan buntunya arus lalu lintas di jalan pebukitan Sumber Waru yang menghubungkan ke kota. "Saya tidak bisa keluar (ke kota, Red), tak ada jalan untuk mobil," teriak anggota dewanasal PPP ini saat di telepon ke rumahnya. (RM)