News Room, Kamis ( 29/07 ) Sebanyak empat tabung elpiji ditemukan bocor saat pendistribusian untuk penerima manfaat di Desa Parsangan, Kecamatan Kota Sumenep, pada Kamis (29/07) pagi. Kepala Desa Parsanga, Imam Idafi menjelaskan, bocornya tabung berisi gas elpiji itu diketahui oleh panitia, ketika membagikan pada penerima manfaat. “Empat tabung itu terasa enteng saat diangkat oleh panitia. Dan, panitia pun berusaha mengecek tabung tersebut dengan merendam tabung kedalam bak air ternyata keluar gelembung air,â€kata Idafi, pada wartawan di Balai Desa Parsanga, Kamis (29/07). Selain itu, kata Idafi, sebagian warga juga banyak yang mengembalikan selang dan regulator pada panitia, karena tidak berfungsi atau rusak. “Tabung yang bocor dan kerusakan seperangkat elpiji itu, akan kami kembalikan pada Pertamina. Namun, kami juga akan meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar ikut memberikan jaminan pada warga atas penggunaan gas elpiji ini, karena konversi minyak tanah ke gas elpiji merupakan program pemerintah, sudah selayaknya ada jaminan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,â€ungkapnya menambahkan. Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si mengatakan, bahwa jaminan terhadap korban dari program konversi ini bukan kewajiban Pemerintah Kabupaten, melainkan pihak Pertamina. “Pemkab sendiri hanya membantu kelancaran program konversi mitan ke elpiji ini. Tapi, pada pertemuan di Surabaya kemarin, pihak Pertamina menyatakan setiap penerima manfaat tersebut sudah diasuransikan. Jadi, kalau ada korban dari konversi ini, Pertamina siap mengucurkan dana tersebut,â€ujarnya. H. Suprayugi juga mengungkapkan, sejak awal pemerintah sudah berkomitmen menggencarkan konversi mitan ke gas elpiji, dalam rangka mengurangi beban subsidi terhadap bahan bakar minyak (BBM), sehingga jaminan tersebut diserahkan sepenuhnya pada pihak Pertamina sendiri. ( Nita, Esha )