Sumenep-Infokom News Room : Karena dianggap terindikasi masuk katagori perjuadian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menegur Aa Gym sebagai pemilik Managemen Qolbu (MQ) yang memprakarsai SMS berhadiah Umroh yang bekerja sama dengan Telkomsel, demikian dikatakan Ketua MUI Kota Bandung, KH. Miftah Farid kepada wartawan di Bandung, Senin (20/02) kemarin. KH. Miftah mengatakan, setelah mengetahui adanya SMS berhadiah Umroh yang diprakarsai oleh MQ, dirinya langsung memperingatkan Aa Gym sebagai pemilik MQ untuk tidak meneruskan program SMS berhadiah umroh tersebut karena ada unsur perjudian didalamnya. “Saya katakan hal tersebut kepada Aa Gym sesaat sebelum Launching dilakukan�, ujarnya. Setelah peringatan tersebut disampaikan kepada Aa Gym, KH. Miftah mengatakan kedatangan seseorang yang mengaku berasal dari Humas MQ dan Humas Telkomsel. “Mereka menjelaskan seperti apa program SMS berhadiah Umroh tersebut kepada saya�, ujarnya. “Saat itu saya memberi solusi agar SMS berhadiah Umroh tersebut dijadikan sebagai ajang pengumpulan dana bagi keberangkatan seseorang yang dianggap layak untuk menerima hadiah pergi berumroh�, katanya. Jika pemenang kuiz SMS tersebut adalah salah satu pengirim SMS, maka unsur perjudian sangat kental di dalamnya. “Karenanya untuk menghilangkan unsur perjudian tersebut diharapkan pihak penyelenggara dapat memberikan hadiah bagi seseorang yang telah sangat berjasa bagi pengembangan pendidikan ke Islaman“, ujarnya mencontohkan. Pada Minggu subuh, lanjut KH. Miftah, dirinya mendapat jawaban bahwa SMS berhadiah tersebut akan diberikan kepada seorang Ustazd yang selama ini aktif mengembangkan pendidikan ke Islaman di LP Sukamiskin. ( KCM,Esha )