News Room, Selasa ( 05/08 ) Pencarian terhadap 4 penumpang Perahu Motor (PM) Joko Kodok, yang ditelan ombak diperairan Bangkau Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, hingga Senin siang (05/08) tidak membuahkan hasil. Aparat kepolisian bersama masyarakat nelayan dalam proses pencarian itu menuai kendala besar, sebab tinggi gelombang saat ini mencapai 4 meter dan nyaris menelan korban. Sehingga pencarian para korban yang hilang, terpaksa dilakukan dengan cara menyisir di tepi laut mengikuti arus gelombang, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Pencarian 4 korban pada hari kedua ini belum menghasilkan apa-apa, karena terkendala ombak dan angin kencang,â€Âkata Kapolsek Sapeken, IPTU Moh. Imron, ketika dihubungi via telepon, Selasa (05/08). Ia menjelaskan, sampai sekarang petugas terus melakukan pencarian dengan memakai perahu nelayan setempat, meskipun belum menemukan tanda-tanda ditemukannya korban yang hilang. "Selain di sekitar perairan Bangkau, kami sudah berusaha mencari korban di perairan Pulau Sasiil, Sepanjang, Saur, Paliat, Sitabok, Sapeken, dan Saebus sendiri. Tapi, hasilnya masih nihil,"terangnya. Meski ketinggian ombak membahayakan pencarian, namun kata dia, petugas dan warga tetap melakukan pencarian diwilayah bibir pantai serta mengkomunikasikan terhadap nelayan kepulauan Sapeken. Sebab, tidak menutup kemungkinan korban ditelan ombak hingga keluar wilayah Sapeken. Sementara, warga Desa/Sapeken, Syuaib, ketika dihubungi via telepon mengatakan, 16 orang korban PM Joko Kodok yang selamat masih dirawat di Puskesmas Sapeken. "Sekarang di Puskesmas masih banyak yang dirawat, termasuk yang kritis 3 orang,"ujarnya. Peristiwa laka laut yang menelan seorang korban tewas, Sariyatin (25) warga Dusun Saebus dan 3 kritis itu, terjadi saat mereka akan mengikuti pemilihan Kepala Desa (Pilkades) setempat, Senin kemarin (04/08). Namun, ditengah perjalanan laut sekitar pukul 09.15 WIB, PM Joko Kodok yang berpenumpang 21 orang dan dinakhodai Mardano (42) warga setempat itu dihantam ombak setinggi 2 meter. Lalu hilang keseimbangan hingga akhirnya mesin mati dan tenggelam seketika. Dalam peristiwa tersebut 4 orang dinyatakan hilang, yakni Abd Rais (43), Syukur (50), Misrawan (37), dan Sukawati (9) anak dari Misrawan, semuanya warga Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep. ( Nita, Esha )